Dari Hati yang Tulus, Polisi–Warga Bahu-Membahu Bangun Asrama Santri Putri di Pasangkayu

PASANGKAYU — Nilai kemanusiaan dan kebersamaan kembali terpancar kuat di tengah masyarakat Kabupaten Pasangkayu. Wujud nyata kepedulian itu ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Sarudu Polres Pasangkayu, Bripka Nurdin Kanda, yang dengan penuh keikhlasan turun langsung bergotong royong bersama warga membangun asrama santri putri Pondok Pesantren Thoriqul Ulum.

Kegiatan sarat makna tersebut dilaksanakan pada Selasa, 06 Januari 2026, sekitar pukul 07.30 WITA, bertempat di Ponpes Thoriqul Ulum, Dusun Ranopinga, Desa Tirtabuana, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu. Sejak pagi hari, Bripka Nurdin Kanda tampak menyatu dengan masyarakat, memanggul kayu, menegakkan tiang asrama, dan bekerja tanpa sekat, layaknya keluarga sendiri.

Tanpa seragam dinas yang mencolok, kehadiran Bripka Nurdin justru semakin menguatkan rasa kebersamaan. Ia tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menebarkan semangat gotong royong dan keteladanan, bahwa Polri hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, melainkan bagian utuh dari masyarakat.

Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya hubungan emosional antara Polri dan warga binaan. Di tengah peluh dan kerja bersama, terjalin rasa saling percaya, kekeluargaan, serta kepedulian sosial yang menjadi pondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Bripka Nurdin Kanda menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam setiap kegiatan kemasyarakatan merupakan bentuk pengabdian. Menurutnya, Bhabinkamtibmas harus selalu hadir, mendengar, dan membantu masyarakat dalam berbagai situasi, baik suka maupun duka.

Sementara itu, Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kapolsek Sarudu IPTU Sofian Safruddin menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan ketulusan Bhabinkamtibmas di lapangan. Ia menegaskan bahwa kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan yang kokoh.

Gotong royong sederhana ini menjadi bukti bahwa dari kebersamaan lahir harapan. Di atas tiang-tiang asrama yang ditegakkan bersama, terbangun pula masa depan generasi muda—khususnya santri putri Ponpes Thoriqul Ulum—yang tumbuh di atas pondasi kepedulian, persatuan, dan ketulusan hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *