Toleransi Makin Kokoh, Kapolda Sulbar All Out Dukung Natal Oikumene FKGM 2025

MAMUJU — Komitmen menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama kembali ditegaskan Polda Sulawesi Barat. Hal itu terlihat dalam Perayaan Natal Oikumene Forum Komunikasi Gereja-gereja di Mamuju (FKGM) Tahun 2025 yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, Kamis (8/1/2026), di Aula Maranu Polda Sulbar.

Perayaan Natal bersama lintas gereja tersebut tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, namun juga simbol kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh agama dalam merawat persatuan di Bumi Tanah Mandar. Terselenggaranya Natal Oikumene di lingkungan Polda Sulbar dinilai sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam menjamin kebebasan beragama sekaligus memperkuat nilai toleransi di Sulawesi Barat.

Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta hadir langsung bersama para pejabat utama Polda Sulbar. Kehadiran orang nomor satu di jajaran Polda Sulbar ini menjadi penegasan bahwa institusi kepolisian berdiri tegak sebagai pengayom seluruh umat beragama tanpa terkecuali.

Sejumlah tamu undangan lintas sektor turut memeriahkan perayaan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Kasi Log Korem 142/Tatag, Asisten III Pemerintah Kabupaten Mamuju, Kasubbag Pegawai Kejaksaan Tinggi Sulbar, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulbar, serta para pendeta dan pimpinan gereja yang tergabung dalam FKGM Mamuju.

Rangkaian kegiatan Natal Oikumene diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung khusyuk. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan tarian rohani, penyalaan lilin sebagai simbol terang dan pengharapan, serta persembahan pujian yang menggugah suasana kebersamaan. Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan.

Ketua Panitia Natal Oikumene FKGM, Pendeta Rony, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolda Sulbar beserta jajaran atas dukungan penuh yang diberikan. Menurutnya, kesempatan melaksanakan ibadah Natal di Aula Maranu Polda Sulbar memiliki makna mendalam bagi umat Kristen di Mamuju.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan Bapak Kapolda Sulbar. Kehadiran dan fasilitasi yang diberikan menjadi bukti nyata bahwa toleransi dan kebersamaan benar-benar dijaga. Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang baik ini dapat terus terjalin ke depannya,” ujar Pendeta Rony.

Sementara itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta dalam sambutannya menegaskan bahwa Natal merupakan momentum spiritual untuk mempererat persaudaraan, memperkuat cinta kasih, dan meneguhkan komitmen hidup rukun dalam keberagaman.

“Pembangunan rumah ibadah yang berdampingan memang menjadi simbol toleransi. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana kerukunan itu hidup di dalam hati kita masing-masing. Toleransi harus menjadi napas dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bermasyarakat maupun dalam menjalankan tugas,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menekankan bahwa Polda Sulbar akan terus mendukung setiap kegiatan keagamaan yang membawa pesan damai dan persatuan, serta berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara adil bagi seluruh elemen.

Pada kesempatan yang sama, Sekda Provinsi Sulbar Dr. Junda Maulana menambahkan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga dari kualitas spiritual, moral, dan kerukunan masyarakatnya.

“Dukungan Kapolda Sulbar terhadap kegiatan keagamaan, termasuk rencana pembangunan rumah ibadah oleh Kanwil Kemenag Sulbar, merupakan modal sosial yang sangat besar. Inilah fondasi penting untuk mendorong kemajuan Sulawesi Barat yang berkarakter, harmonis, dan berkeadaban,” tuturnya.

Sepanjang kegiatan, suasana kebersamaan dan toleransi terasa sangat kental. Para tamu undangan dari berbagai latar belakang agama dan instansi tampak berbaur tanpa sekat, mencerminkan wajah Sulawesi Barat yang damai dan inklusif.

Perayaan Natal Oikumene FKGM 2025 ini menjadi pesan kuat bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang terus dirawat bersama. Polda Sulbar kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Sulawesi Barat.

Humas Polda Sulbar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *