Nekat Salip di Jalur Trans Sulbar, Motor Scoopy Adu Banteng dengan Truk Hino di Dapurang

PASANGKAYU – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur vital Trans Sulawesi Barat. Sebuah sepeda motor matic Honda Scoopy terlibat tabrakan dengan mobil truk Hino di Jalan Poros Trans Sulawesi Barat, tepatnya di Dusun Tagari, Desa Dapurang, Kecamatan Dapurang, Kabupaten Pasangkayu, Minggu (18/1/2026) pagi.

Peristiwa laka lantas yang melibatkan kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4) tersebut terjadi sekitar pukul 10.40 Wita. Menindaklanjuti laporan warga, Poket Jaga Polsek Sarudu Polres Pasangkayu langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekitar pukul 11.30 Wita untuk melakukan penanganan awal.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit sepeda motor Honda Scoopy nomor polisi DC 2790 XR yang dikendarai oleh Wulansari (18), seorang pelajar asal Dusun Labuang, Desa Sarudu, Kecamatan Sarudu. Motor tersebut bertabrakan dengan mobil truk Hino warna kuning bernomor polisi DC 8987 XH yang dikemudikan oleh Darul Aksa (21), warga Kunjungmange Pallangga, Kabupaten Gowa.

Kronologis kejadian bermula saat truk Hino melaju dari arah selatan menuju utara. Saat melintas di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda Scoopy dengan kecepatan sedang. Diduga, pengendara motor mengambil jalur truk dengan maksud menyalip kendaraan di depannya, namun jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan. Benturan keras terjadi di bagian samping truk, menyebabkan pengendara motor terjatuh bersama dua orang penumpangnya.

Akibat insiden tersebut, mobil truk Hino dilaporkan tidak mengalami kerusakan. Namun, sepeda motor Honda Scoopy mengalami kerusakan cukup signifikan dengan total kerugian materil ditaksir mencapai ± Rp3.000.000.

Dalam kecelakaan ini, pengendara motor Wulansari mengalami luka lecet di bagian pipi, bahu, dan lutut. Sementara penumpang atas nama Fatma mengalami luka lecet pada jari kaki, dan Najwa mengalami luka lecet di bagian lutut. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis.

Kapolsek Sarudu IPTU Sofian Safruddin menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah kepolisian sesuai prosedur, mulai dari mendatangi TKP, mengamankan lokasi kejadian, hingga mengumpulkan keterangan saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta tidak memaksakan diri untuk menyalip kendaraan apabila kondisi jalan tidak memungkinkan. Keselamatan adalah yang utama,” tegas IPTU Sofian Safruddin.

Polsek Sarudu Polres Pasangkayu mengingatkan bahwa Jalan Trans Sulawesi Barat merupakan jalur padat kendaraan, sehingga diperlukan kewaspadaan ekstra guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *