Nyaris Bentrok Parang di SPBU Belang-belang, Polsek Kalukku Polresta Mamuju Sigap Redam Keributan

MAMUJU — Keributan nyaris berujung bentrokan berdarah terjadi di area SPBU Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Kamis malam (5/2/2026). Dua pria terlibat cekcok sengit hingga hampir saling serang menggunakan senjata tajam jenis parang, mengundang kepanikan warga sekitar.

Beruntung, laporan cepat dari masyarakat langsung ditindaklanjuti personel Polsek Kalukku. Aparat bergerak sigap mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil mengamankan situasi sebelum bentrokan fisik benar-benar terjadi.

Kapolsek Kalukku, AKP Hadaming, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan, keributan melibatkan dua pria berinisial SH dan AM, yang sempat terpancing emosi hingga hampir berkelahi dengan membawa parang di ruang publik.

“Benar, telah terjadi keributan antara dua orang hingga nyaris bentrok menggunakan senjata tajam. Kejadian ini sempat menarik perhatian warga karena berlangsung di area SPBU,” ujar AKP Hadaming saat dikonfirmasi.

Menurut Kapolsek, pemicu keributan berawal dari insiden saling senggol kendaraan saat keduanya tengah mengantre pengisian BBM jenis solar. Situasi semakin memanas lantaran salah satu pihak diduga berada dalam pengaruh minuman keras, sehingga emosi tak terkendali dan cekcok pun tak terhindarkan.

“Adanya pengaruh miras membuat emosi semakin meningkat dan memicu adu mulut yang berujung hampir terjadi perkelahian,” tambahnya.

Usai mengamankan kedua pihak, personel Polsek Kalukku langsung mengambil langkah mediasi secara persuasif. Dalam proses tersebut, SH dan AM akhirnya sepakat untuk berdamai, saling memaafkan, serta membuat komitmen tidak mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

“Kami fasilitasi mediasi dan alhamdulillah kedua belah pihak sepakat berdamai serta berjanji tidak mengulangi kejadian tersebut,” jelas Kapolsek.

AKP Hadaming juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mengendalikan emosi, tidak membawa senjata tajam, serta menjauhi konsumsi minuman keras, khususnya saat berada di fasilitas umum.

“Ruang publik harus dijaga bersama. Hindari miras, jangan membawa senjata tajam, dan kedepankan penyelesaian masalah secara damai demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *