MAJENE — Upaya memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan dunia akademik terus digencarkan. Wakapolres Majene, Kompol Andri Aryansyah, menghadiri langsung pertemuan dan koordinasi pembentukan Pusat Studi Kepolisian yang digelar oleh Polda Sulawesi Barat bersama Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Ruang Perpustakaan Unsulbar, Kelurahan Tande Timur, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan strategis ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi berkelanjutan antara Polri dan perguruan tinggi, khususnya dalam penguatan kajian ilmiah, riset, serta pengembangan kebijakan kepolisian berbasis data dan akademik.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SPN Polda Sulbar Kombes Pol Muhammad Islam Amarullah, S.I.K., M.M., Wakil Rektor III Universitas Sulawesi Barat Dr. H. Muhammad Jamil Barambangi, M.Pd, Kasubbag Selek Bagdalpers Ro SDM Polda Sulbar, Kasubbag Pakatkerm Bagkerma Roops Polda Sulbar, serta jajaran Pejabat Utama Polres Majene, dosen, dan staf Universitas Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Muhammad Islam Amarullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat serta komitmen penuh Unsulbar dalam mendukung rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Ia mengaku kehadirannya dalam pertemuan tersebut melebihi ekspektasi, melihat tingginya antusiasme dan penghargaan dari pihak kampus.
“Terima kasih atas kerja samanya. Kehadiran saya di ruangan ini sungguh luar biasa dan melebihi ekspektasi. Ini merupakan bentuk penghargaan besar bagi kami dalam rangka pembentukan Pusat Studi Kepolisian,” ujar Kombes Pol Muhammad Islam Amarullah.
Ia menjelaskan, Pusat Studi Kepolisian dirancang sebagai wadah kajian ilmiah dan penelitian strategis yang dibangun melalui kolaborasi Polri dan perguruan tinggi. Lembaga ini diharapkan mampu memperkaya khazanah ilmu kepolisian, mendukung transformasi Polri Presisi, serta melahirkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks, mulai dari isu keamanan konvensional, kejahatan siber, dinamika sosial ekonomi, hingga pemeliharaan kamtibmas berbasis partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, pendekatan ilmiah dan akademik menjadi kebutuhan mutlak dalam perumusan kebijakan strategis Polri.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan pusat studi kepolisian, baik di internal Polri maupun di lingkungan kampus, akan memperkuat posisi ilmu kepolisian sebagai disiplin ilmu interdisipliner yang bersentuhan langsung dengan realitas sosial di masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unsulbar Dr. H. Muhammad Jamil Barambangi, M.Pd, dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan tersebut, menyatakan dukungan penuh atas rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Ia menegaskan bahwa Unsulbar siap menjadi mitra strategis Polri dalam pengembangan kajian dan riset kepolisian.
“Dalam waktu dekat kami akan membicarakan hal ini secara internal bersama Rektor Universitas Sulawesi Barat, khususnya terkait persiapan teknis ke depan, agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud melalui kolaborasi yang baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan perdana antara Polda Sulbar dan Unsulbar dalam konteks pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Pihak universitas berharap forum serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai ruang diskusi, pertukaran gagasan, serta perumusan rekomendasi kebijakan yang aplikatif.
“Kami berharap ke depan pertemuan seperti ini dapat sering dilaksanakan, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan pemaparan draf Adendum Perjanjian Kerja Sama antara Polda Sulawesi Barat dan Universitas Sulawesi Barat tentang pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Pemaparan ini menjadi tonggak awal yang strategis menuju terwujudnya pusat kajian kepolisian berbasis akademik di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Majene.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terbangunnya kolaborasi jangka panjang antara Polri dan perguruan tinggi, dalam mendukung keamanan, ketertiban masyarakat, serta pembangunan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berintegritas.







