Polisi Turun Sawah! Bhabinkamtibmas Bambalamotu Dampingi Petani Jagung Samaturu, Target 1 Ton di Kalola

PASANGKAYU – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional tak hanya sebatas slogan. Bhabinkamtibmas Polsek Bambalamotu, Polres Pasangkayu, BRIPKA Asdar Ahmad, turun langsung ke ladang mendampingi Kelompok Tani Jagung Samaturu melakukan penanaman jagung di Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Rabu (18/02/2026) pukul 09.30 WITA.

Kegiatan berlangsung di kebun milik Musliadi, warga Dusun Banu-banua, Desa Kalola. Di atas lahan seluas setengah hektare, sebanyak 6 kilogram bibit jagung ditanam dengan target hasil panen mencapai kurang lebih 1 ton. Jika tak ada kendala, panen dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026 mendatang.

Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat. BRIPKA Asdar Ahmad tampak berbaur bersama para petani, memberikan semangat sekaligus memastikan proses penanaman berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para petani agar menjual hasil panen jagung ke Perum Bulog dengan harga pembelian Rp6.400 per kilogram. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni jagung pipil harus dikeringkan hingga kadar air 14 persen.

Langkah ini dinilai penting untuk memberikan kepastian harga sekaligus melindungi petani dari fluktuasi pasar. Dengan penjualan melalui Bulog, petani diharapkan memperoleh jaminan harga yang layak dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan keluarga.

Tak hanya itu, BRIPKA Asdar juga mendorong warga agar memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki untuk ditanami jagung maupun komoditas produktif lainnya. Menurutnya, ketahanan pangan dimulai dari tingkat desa. Jika lahan-lahan tidur dapat dioptimalkan, maka potensi ekonomi masyarakat akan semakin terbuka lebar.

Kapolres Pasangkayu, AKBP Joko Kusumadinata, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Bambalamotu, AKP Yauri Yusuf, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sinergi antara aparat kepolisian dan kelompok tani seperti yang dilakukan di Kalola menjadi contoh kolaborasi konkret di lapangan. Dengan pendampingan berkelanjutan, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Bambalamotu terus meningkat dan mampu memberikan dampak signifikan bagi perekonomian warga.

Gerakan polisi turun ke ladang ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dari ladang jagung di Kalola, semangat swasembada dan kemandirian pangan terus digelorakan demi masa depan Pasangkayu yang lebih sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *