MAMUJU – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, mengajak seluruh personel untuk memaksimalkan momentum ibadah dengan memperbanyak amal kebaikan dan meningkatkan kualitas diri.
Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi di lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Senin (23/2/26).
Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh personel yang menjalankan, seraya menekankan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan, di mana setiap amalan akan dilipatgandakan pahalanya dan doa lebih mudah diijabah.
“Selamat beribadah bagi seluruh personel yang menjalankan ibadah puasa. Bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga untuk meningkatkan kualitas diri,” tutur
Kapolda di hadapan peserta apel.
Ia menekankan pentingnya kemampuan membedakan antara perbuatan baik dan buruk sebagai bentuk kesadaran moral dan spiritual.
Menurutnya, jika seseorang mampu membedakan keduanya, maka patut bersyukur karena berada di jalan yang benar. Namun jika masih ragu, introspeksi diri menjadi langkah utama untuk memperbaiki sikap dan perilaku.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengutip pesan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan pada Rapat Pimpinan TNI-Polri beberapa waktu lalu. Intinya, institusi kepolisian diharapkan menjadi “polisi rakyat” yang selalu hadir, responsif dan benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat kapan pun diperlukan.
Menurut Kapolda, semangat “polisi rakyat” sejatinya telah tercermin dari kinerja personel di lapangan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, patroli keamanan, hingga pelayanan publik yang humanis dan profesional. Ia pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh anggota yang telah bekerja optimal dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Sulawesi Barat.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan bahwa jabatan dan segala yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan dari Sang Pencipta. Karena itu, setiap personel diminta untuk menggunakan amanah tersebut secara bijak dan bertanggung jawab.
“Ingat, kita tidak memiliki hak mutlak atas apa yang kita miliki saat ini, karena semuanya adalah titipan. Tugas kita adalah merawat dan memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan bersama,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Perbuatan baik akan membawa ganjaran pahala, sedangkan perbuatan buruk akan berujung pada balasan setimpal. Kehidupan di dunia, lanjutnya, adalah ujian yang telah diatur dan diukur sesuai kapasitas masing-masing individu.
Untuk itu, dalam menghadapi berbagai tantangan tugas, Kapolda mengajak seluruh personel agar senantiasa menjaga kesabaran, melakukan ikhtiar secara maksimal, serta memperkuat keyakinan bahwa setiap persoalan pasti memiliki jalan keluar.
“Jika menghadapi kesulitan apapun, kembalikan segala beban tersebut kepada Allah SWT melalui doa yang khusyuk,” pesannya.
Di akhir arahannya, Kapolda kembali mengingatkan pentingnya kesadaran dan integritas dalam menjalankan jabatan. Ia menegaskan agar setiap anggota Polri menjadi aparatur yang bijak dalam menggunakan wewenang, penuh tanggung jawab dalam memenuhi harapan masyarakat, serta menjauhi segala bentuk penyalahgunaan jabatan.
“Setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang besar. Sebaliknya, penyalahgunaan jabatan akan mendapatkan balasan yang setimpal,” pungkas Kapolda.
Momentum Ramadhan ini pun diharapkan tidak hanya menjadi peningkatan spiritual secara pribadi, tetapi juga menjadi penguat komitmen pelayanan Polri kepada masyarakat, demi terwujudnya institusi yang semakin dipercaya dan dicintai rakyat.







