POLMAN — Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan jajaran Polres Polewali Mandar melalui aksi nyata di lapangan. Kapolsubsektor Luyo, IPDA Abdul Hamid, turun langsung mendampingi penjualan hasil panen jagung milik petani Desa Pussui, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Pendampingan tersebut berlangsung di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kecamatan Wonomulyo, Kamis (26/2/2026). Turut hadir Bhabinkamtibmas Desa Pussui, BRIGPOL Iwan Setiawan Sapri, yang memastikan seluruh proses berjalan aman dan tertib.
Sebanyak 1.728 kilogram atau setara 1,7 ton jagung hasil panen warga Desa Pussui berhasil diserap Bulog dengan harga Rp 6.400 per kilogram. Proses transaksi berlangsung lancar tanpa hambatan, di bawah pengawalan langsung aparat kepolisian.
IPDA Abdul Hamid menegaskan, pendampingan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam memastikan hasil pertanian masyarakat terserap optimal oleh lembaga penyangga pangan nasional.
“Kami dari Subsektor Luyo berkomitmen untuk terus mendukung para petani, terutama dalam pendampingan penyaluran hasil panen ke Bulog. Kehadiran Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan program ketahanan pangan berjalan maksimal dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan petani,” tegasnya.
Sementara itu, BRIGPOL Iwan Setiawan Sapri menambahkan, keterlibatan aparat di sektor pertanian juga bertujuan memberikan rasa aman serta menjamin distribusi komoditas sesuai aturan dan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kita hadir agar setiap hasil produksi jagung bisa terserap dengan baik oleh Bulog dengan harga yang sesuai. Ini penting untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan petani di desa,” ujarnya.
Para petani Desa Pussui menyambut positif pendampingan tersebut. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sehingga produksi pertanian lokal semakin berkembang dan mampu berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
Langkah konkret ini menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan petani mampu memperkuat sektor pangan daerah, sekaligus mendukung program strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan di Indonesia.







