Polres Majene – Situasi keamanan di wilayah Kecamatan Pamboang sempat memanas akibat insiden perkelahian antar warga Dusun Tappabanua dan Dusun Alle-Alle, Desa Bonde, yang terjadi saat kegiatan sahur-sahur, Minggu (1/3/26). Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian aparat keamanan guna mencegah konflik meluas dan berdampak pada ketertiban masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Merespons kejadian itu, Bhabinkamtibmas Polsek Pamboang, Polres Majene, Brigpol Muhammad Syamsir bersama Babinsa setempat bergerak cepat mengambil langkah persuasif dengan mempertemukan kedua kelompok yang terlibat. Mediasi dilaksanakan di Mapolsek Pamboang dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan.
Langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta mencegah potensi konflik antar dusun yang bisa berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak diberikan kesempatan menyampaikan kronologi dan pandangan masing-masing, sekaligus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
Brigpol Muhammad Syamsir menegaskan bahwa kegiatan sahur-sahur yang seharusnya menjadi tradisi membangunkan warga untuk makan sahur tidak boleh berubah menjadi ajang provokasi maupun perkelahian. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan dan keharmonisan antar warga, terlebih dalam momentum Ramadhan yang penuh nilai ibadah dan kebersamaan.
Dari hasil musyawarah, kedua belah pihak sepakat untuk:
Meniadakan kegiatan sahur-sahur untuk sementara waktu guna menghindari potensi gesekan.
Tidak mengulangi perbuatan yang sama, khususnya perkelahian atau tawuran saat pelaksanaan sahur-sahur.
Tidak keberatan apabila petugas menyita alat musik yang digunakan dalam kegiatan sahur sebagai barang bukti demi kepentingan keamanan.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama sebagai bentuk komitmen menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Desa Bonde.
Brigpol Muhammad Syamsir mengapresiasi sikap kooperatif kedua kelompok yang bersedia berdamai dan menahan diri. Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama agar tradisi yang ada tetap berjalan dalam koridor ketertiban dan tidak menimbulkan keresahan.
Dengan adanya mediasi ini, situasi di Kecamatan Pamboang kembali kondusif. Aparat kepolisian bersama TNI akan terus meningkatkan patroli dan pendekatan dialogis guna memastikan bulan suci Ramadhan di wilayah tersebut berjalan aman, damai, dan penuh khidmat.







