Didampingi Bhabinkamtibmas, Petani Sidorejo Berhasil Jual 5 Ton Jagung ke BULOG

POLMAN – Kabar baik datang dari para petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Hasil panen jagung mereka berhasil terserap oleh BULOG sebanyak 5.000 kilogram dengan harga Rp6.400 per kilogram dan kadar air jagung 13,6 persen, Sabtu (7/3/2026).

Proses penjualan hasil panen tersebut berlangsung lancar dengan pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas Desa Sidorejo, Aiptu Suranto, S.H. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas petani itu bertujuan memastikan seluruh proses berjalan tertib serta memberikan kepastian bahwa hasil panen masyarakat benar-benar terserap oleh pihak BULOG.

Aiptu Suranto menjelaskan, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.

“Pendampingan ini kami lakukan agar hasil panen para petani bisa terserap dengan baik oleh BULOG. Dengan begitu harga tetap stabil dan kesejahteraan petani meningkat,” ujar Suranto.

Sementara itu, Kapolsek Urban Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna, S.I.K menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut memastikan distribusi hasil pertanian masyarakat berjalan dengan baik, sehingga petani tidak kesulitan menjual hasil panennya.

“Polri terus berupaya mendukung program pemerintah dengan memastikan proses distribusi hasil pertanian berjalan lancar,” kata Sandy.

Ia menambahkan, kegiatan penyerapan jagung oleh BULOG tersebut juga menjadi momentum penting untuk mendorong semakin banyak petani lokal terlibat dalam program serapan pemerintah. Dengan demikian, stabilitas harga jagung di pasaran dapat terjaga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi para petani.

Keberhasilan penjualan jagung petani Sidorejo ini diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Polewali Mandar, bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah dan aparat keamanan dapat memperkuat sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *