Polres Majene – Kepolisian Resor (Polres) Majene resmi memulai persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Mapolres Majene, Kamis (12/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran internal kepolisian serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Majene sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan selama momen Lebaran.
Kapolres Majene AKBP Muhammad Amiruddin, S.I.K. menegaskan bahwa Operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Ketupat 2026” merupakan agenda tahunan kepolisian yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama rangkaian perayaan Idul Fitri, mulai dari arus mudik, malam takbiran, pelaksanaan salat Idul Fitri, hingga arus balik.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolres mengungkapkan bahwa Polres Majene telah menyiapkan skema pengamanan secara komprehensif dengan melibatkan ratusan personel gabungan.
“Kami menyiapkan total 272 personel diantaranya 110 personel Polres Majene ditambah 162 orang dari instansi terkait untuk melaksanakan kegiatan pengamanan ini. Fokus utama kami adalah kelancaran arus lalu lintas serta pengamanan objek-objek vital yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama Lebaran,” ujar AKBP Muhammad Amiruddin.
Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, Polres Majene juga mendirikan lima pos pengamanan dan pelayanan di sejumlah titik strategis yang dinilai memiliki tingkat mobilitas tinggi.
Pos tersebut meliputi Pos Terpadu yang berlokasi di Pusat pertokoan Kota Majene, Pos Pengamanan di pasar Sentral Majene, Pos Pelayanan di Pasar Tinambung Kecamatan Pamboang, Pos Pelayanan di Palipi Kecamatan Sendana, Pos Pelayanan di Bukittinggi Kecamatan Malunda, serta Pos pelayanan dibeberapa objek wisata Kota Majene.
Kapolres Majene menjelaskan, salah satu potensi kerawanan yang menjadi perhatian pihak kepolisian adalah kemacetan di kawasan pasar tumpah yang berada di jalur lintas provinsi, terutama saat aktivitas jual beli meningkat menjelang hari raya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, personel dari Polsek jajaran akan bersinergi dengan petugas di pos-pos pengamanan guna mengatur arus lalu lintas dan memastikan perjalanan masyarakat tetap lancar.
“Pasar-pasar tumpah yang berada di jalan lintas, khususnya di tiga kecamatan, akan kami jaga secara maksimal agar tidak mengganggu pengguna jalan dan arus kendaraan tetap berjalan lancar,” jelasnya.
Selain pengamanan lalu lintas, Kapolres Majene juga memberikan imbauan kepada masyarakat menjelang malam takbiran agar tidak melakukan konvoi atau arak-arakan kendaraan bermotor yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gangguan keamanan.
“Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga ketertiban. Malam takbiran sebaiknya dimakmurkan di masjid dengan kegiatan ibadah, sehingga suasana tetap khidmat dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas di jalan raya,” pesannya.
Melalui Operasi Ketupat 2026 ini, Polres Majene berharap tercipta sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sehingga seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri di wilayah Kabupaten Majene dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh khidmat.







