Dorong Serap Jagung ke Bulog, Polisi Turun Tangan Jaga Harga Petani

MAMUJU TENGAH – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan jajaran kepolisian. Kali ini, Bhabinkamtibmas Desa Senjango, Aipda Alexander, turun langsung ke lapangan mengarahkan petani agar menjual hasil panen jagung mereka ke Bulog, Kamis (2/4/2026).

Langkah ini bukan tanpa alasan. Selain menjaga stabilitas harga di tingkat petani, penyerapan hasil panen oleh Bulog juga dinilai mampu memberikan kepastian pasar yang selama ini kerap menjadi persoalan utama di sektor pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Alexander aktif melakukan pendampingan sekaligus edukasi kepada para petani jagung di wilayah binaannya. Ia menekankan pentingnya peran Bulog sebagai lembaga pemerintah yang hadir untuk melindungi petani dari anjloknya harga saat panen raya.

“Kami mendorong petani menjual hasil panennya ke Bulog agar mendapatkan harga yang layak dan terjamin. Ini juga bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Tak sekadar imbauan, pendampingan juga dilakukan secara langsung di lapangan. Aipda Alexander memastikan proses distribusi hasil panen berjalan lancar, tepat sasaran, serta benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

Kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian ini pun disambut positif oleh masyarakat. Para petani mengaku terbantu dengan adanya arahan tersebut, terutama dalam mendapatkan kepastian harga dan akses pasar yang lebih jelas.

Menurut mereka, selama ini fluktuasi harga jagung seringkali merugikan petani, terutama saat produksi melimpah. Dengan adanya penyerapan oleh Bulog, kekhawatiran itu perlahan bisa diminimalisir.

Upaya yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Senjango ini menjadi bukti nyata bahwa peran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan, sinergi antara Polri, petani, dan pemerintah terus diperkuat, sehingga sektor pertanian di Mamuju Tengah semakin berkembang dan mampu menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *