Mamuju — Sinergi antara Polri dan masyarakat dalam memperkuat wawasan kebangsaan kembali diperkuat melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Polri dan Masyarakat yang digelar di SMK Negeri 1 Tapalang Barat, Jumat (10/04/2026). Kegiatan ini berlangsung lancar dan disambut antusias oleh para peserta, khususnya kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan yang mengangkat tema penguatan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ini dipimpin oleh IPDA H. Eman Sulaiman selaku Plt. Kasubdit Tibsos Ditbinmas Polda Sulbar. Hadir pula unsur Tripika Kecamatan Tapalang Barat, mulai dari Camat, Kapolsek, Danramil, hingga kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pemuda.
Kepala SMK Negeri 1 Tapalang Barat, Supriadi, S.Pd., dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda. Ia menegaskan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan menjadi benteng utama bagi pelajar dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Pembinaan karakter berbasis nilai kebangsaan sangat penting agar para pelajar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat mengancam persatuan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, IPDA H. Eman Sulaiman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan preventif.
“Kami ingin menghadirkan Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber kompeten. Perwakilan Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Darwis Damir, memaparkan pentingnya penguatan nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, perwakilan FKPT Sulbar, H. M. Sahlan, mengangkat isu pencegahan radikalisme dan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, narasumber dari Densus 88 Anti Teror Polri, AKBP Soffan Ansyari, turut memberikan pemahaman terkait ancaman terorisme serta langkah deteksi dini di lingkungan masyarakat. Materi ini menjadi perhatian serius mengingat tantangan keamanan yang terus berkembang di era digital saat ini.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap wawasan kebangsaan dan cinta tanah air, tetapi juga menjadi sarana edukasi dalam menangkal paham radikalisme dan intoleransi di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan harmonis di Sulawesi Barat.
IPDA H. Eman Sulaiman menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah konkret Polri dalam mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap kesadaran menjaga keutuhan bangsa dapat tertanam kuat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai penerus masa depan Indonesia,” pungkasnya.
Dukungan juga datang dari pihak sekolah yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa. Dengan menghadirkan narasumber berkompeten, para pelajar diharapkan mampu menyerap nilai-nilai kebangsaan secara utuh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menjaga keutuhan bangsa, sekaligus memperkokoh nilai-nilai kebhinekaan di tengah masyarakat Sulawesi Barat.







