MAJENE — Satuan Lalu Lintas Polres Majene terus tancap gas membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat. Melalui Unit Kamseltibcar, Satlantas Polres Majene menggelar kegiatan Sosialisasi, Sambang dan Bimbingan Penyuluhan (Binluh) tentang keselamatan berlalu lintas, Rabu (7/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga selesai itu dilaksanakan di lingkungan Passanggrahang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Dipimpin langsung oleh IPDA La Ramuli, personel Unit Kamseltibcar turun langsung menyasar masyarakat tidak terorganisir, khususnya para tukang ojek dan pengguna becak.
Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Majene memberikan edukasi intensif terkait Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Sejumlah poin krusial ditekankan demi menekan potensi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Beberapa materi utama yang disampaikan antara lain larangan penggunaan sepeda listrik di jalan raya, imbauan tegas agar tidak menggunakan handphone saat berkendara roda dua maupun roda empat, serta pentingnya mematuhi tata tertib dan etika berlalu lintas.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk selalu memperhatikan kelengkapan kendaraan dan faktor keselamatan, baik bagi pengendara maupun penumpang. Edukasi ini dinilai penting mengingat masih tingginya pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Kegiatan ini turut didukung personel Unit Kamseltibcar yang tergabung dalam kuat personel, yakni Briptu Zul Fadli Pendi, Bripda Muh. Harliansyah, Bripda Asrul Sani, dan Bripda Irhas. Para personel aktif berdialog langsung dengan masyarakat, menyampaikan imbauan secara humanis dan persuasif.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif. Masyarakat, khususnya para tukang ojek dan pengguna transportasi becak, mulai memahami pentingnya disiplin berlalu lintas serta mendukung terciptanya Kamseltibcar Lantas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Majene.
Kasat Lantas Polres Majene, IPTU Abdul Majid, menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya preventif Polri dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
“Keselamatan di jalan raya adalah tanggung jawab bersama. Melalui edukasi langsung seperti ini, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan budaya tertib berlalu lintas benar-benar terwujud di Kabupaten Majene,” tegas IPTU Abdul Majid.
Dengan langkah masif dan pendekatan humanis, Satlantas Polres Majene optimistis dapat menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan.







