MAMUJU TENGAH — Upaya menekan angka pelanggaran lalu lintas sejak usia dini terus digencarkan jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat. Kali ini, Piket Mako Sat PJR Regu I (Satu) turun langsung ke lapangan melaksanakan Giat Pengaturan (Gatur) Siang sekaligus memberikan teguran dan edukasi kepada anak-anak sekolah yang menggunakan kendaraan roda dua, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di depan SD Desa Ampallas, salah satu titik yang dinilai rawan aktivitas pelajar menggunakan sepeda motor tanpa memperhatikan aturan berlalu lintas. Kehadiran personel Sat PJR di lokasi langsung menarik perhatian masyarakat dan para orang tua yang tengah mengantar anaknya ke sekolah.
Dalam pelaksanaan giat tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengaturan arus lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, namun juga memberikan teguran simpatik kepada pelajar yang kedapatan mengendarai sepeda motor, terutama yang belum cukup umur, tidak menggunakan helm, serta tidak melengkapi kendaraan sesuai standar.
Langkah ini merupakan bagian dari pendekatan humanis dan preventif Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak di bawah umur.
Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Nurhadi, melalui Ps. Kasat PJR AKP Adriyan Fredrick Kopong, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata penindakan, melainkan bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan generasi muda.
“Kami menekankan kepada para pelajar dan orang tua bahwa penggunaan kendaraan bermotor oleh anak di bawah umur sangat berisiko. Teguran ini bersifat edukatif, agar sejak dini mereka memahami pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan orang lain,” ujar AKP Adriyan.
Ia menambahkan, pihaknya mengimbau para orang tua agar tidak memberikan izin kepada anak-anak yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor, serta lebih aktif mengawasi aktivitas anak saat berangkat dan pulang sekolah.
Menurutnya, sebagian besar kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dipicu oleh kurangnya pemahaman terhadap rambu, etika berkendara, dan kelengkapan keselamatan, seperti helm dan surat-surat kendaraan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami harap orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat dapat bersinergi mendukung program Polri dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan,” tegasnya.
Kegiatan Gatur Siang ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai kehadiran Sat PJR di depan sekolah mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi pengingat bagi pelajar dan pengguna jalan lainnya untuk lebih disiplin.
Sat PJR Polda Sulbar memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai titik rawan, khususnya di sekitar sekolah, sebagai bentuk komitmen mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di wilayah Sulawesi Barat.
Dengan langkah preventif dan edukatif ini, diharapkan kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh sejak usia dini, sehingga mampu menciptakan generasi yang tertib, disiplin, dan berkeselamatan di jalan raya.







