MAMUJU – Upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas terus digencarkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Barat. Melalui program Bulan Tertib Helm (BTH) 2026, Polantas Polda Sulbar menyasar langsung dunia pendidikan sebagai benteng awal pencegahan kecelakaan lalu lintas, khususnya akibat kelalaian penggunaan helm.
Pada Senin (26/1/2026), Ditlantas Polda Sulbar menggelar sosialisasi masif di dua sekolah strategis di Kota Mamuju, yakni SMAN 1 Mamuju dan SDN 01 Mamuju. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah konkret membentuk kesadaran sejak dini, dengan menjadikan pelajar sebagai agen perubahan keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Pemilihan sekolah dari jenjang dasar hingga menengah atas dinilai tepat untuk menanamkan nilai disiplin berlalu lintas secara berkelanjutan. Dalam kegiatan tersebut, tim Polantas memberikan edukasi komprehensif mengenai pentingnya penggunaan helm berstandar nasional (SNI), cara pemakaian yang benar, serta risiko fatal yang mengintai pengendara sepeda motor yang mengabaikan keselamatan kepala.
Direktur Lalu Lintas Polda Sulbar, AKBP Anindhita Rizal, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pendekatan edukatif di lingkungan sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana yang akrab, komunikatif, dan mudah dipahami oleh para pelajar.
“Melalui sosialisasi di sekolah, kami ingin menanamkan pemahaman yang kuat bahwa helm bukan sekadar aksesoris, tetapi pelindung utama keselamatan. Kesadaran ini harus tumbuh sejak usia dini agar menjadi kebiasaan hingga dewasa,” ujarnya.
Selain pemaparan materi, Polantas Polda Sulbar juga mengedukasi pelajar tentang konsekuensi hukum bagi pelanggar aturan lalu lintas, khususnya terkait penggunaan helm. Langkah ini diharapkan mampu menyeimbangkan pemahaman antara aspek keselamatan dan kepatuhan hukum.
Sebagai penguat pesan, kegiatan sosialisasi turut dirangkaikan dengan pembagian leaflet edukatif dan stiker tematik Bulan Tertib Helm 2026. Leaflet berisi panduan praktis keselamatan berlalu lintas, sementara stiker menjadi pengingat visual yang diharapkan terus melekat dalam aktivitas sehari-hari para pelajar dan masyarakat sekitar.
AKBP Anindhita Rizal menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pelajar dalam menyebarkan pesan keselamatan.
“Kami berharap para pelajar tidak hanya paham, tetapi juga menjadi teladan bagi orang tua dan lingkungannya. Budaya tertib helm harus menjadi gaya hidup, bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar akan keselamatan,” tegasnya.
Program Bulan Tertib Helm 2026 ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Polantas Polda Sulbar dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas dan mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Sulawesi Barat.
Dengan menyasar generasi muda, Polantas Polda Sulbar optimistis budaya tertib helm akan tumbuh kuat dan berkelanjutan, sejalan dengan visi menciptakan generasi zero fatality di jalan raya.
Humas Polda Sulbar







