PASANGKAYU — Kebakaran rumah nyaris meluas di Dusun Burangge, Desa Kasano, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (30/1/2026) siang. Berkat kesigapan warga dan respons cepat aparat kepolisian, api berhasil dipadamkan sebelum melahap seluruh bangunan.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Trans Sulawesi–Palu sekitar pukul 14.00 Wita. Rumah yang terbakar diketahui milik Pr. Hj. Sumatriani (43), warga setempat. Api menghanguskan bagian dapur beserta seluruh perabotan rumah tangga di dalamnya. Kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta, sementara tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kebakaran dipicu kelalaian penggunaan kompor. Pada pagi hari, kedua orang tua Lk. Ahmad Hanif Farhan meninggalkan rumah menuju Palu, Sulawesi Tengah. Menjelang salat Jumat, ibunya sempat meminta Ahmad Hanif Farhan memanaskan kembali makanan di dapur.
Namun, setelah menyalakan kompor, yang bersangkutan bergegas menuju masjid untuk melaksanakan salat Jumat dan lupa mematikan kompor. Usai salat, ia tidak langsung pulang ke rumah karena singgah di rumah temannya.
Tak berselang lama, warga sekitar melihat kepulan asap hitam keluar dari dalam rumah korban. Menyadari adanya kebakaran, warga langsung berinisiatif membuka paksa pintu belakang rumah dan melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Api akhirnya berhasil dijinakkan sebelum merembet ke bagian rumah lainnya.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Baras segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi bersama masyarakat melakukan pendinginan, mengamankan lokasi, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kapolsek Baras IPTU Fantri Alfaisar mengapresiasi kesigapan warga yang cepat bertindak sehingga kebakaran tidak meluas.
“Terima kasih atas kepedulian masyarakat. Kami mengimbau seluruh warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan dapur, terutama kompor, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegas IPTU Fantri.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam aktivitas rumah tangga, khususnya saat meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan memasak masih menyala.







