Satgas Preemtif Polres Pasangkayu Gencar Sosialisasi Ops Keselamatan Marano 2026, Generasi Muda Jadi Sasaran Utama

PASANGKAYU – Satgas Preemtif Operasi Keselamatan Marano 2026 Polres Pasangkayu tancap gas melakukan sosialisasi dan himbauan Kamseltibcarlantas demi menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pasangkayu.

Kegiatan preemtif tersebut dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026, mulai pukul 08.00 Wita hingga selesai. Aksi turun langsung ke lapangan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Pasangkayu dalam menyukseskan Operasi Keselamatan Marano 2026 yang tengah berlangsung.

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kasatgas Preemtif AKP Rio Acta Sertawan menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya generasi muda sebagai pengguna jalan yang rentan terhadap pelanggaran.

“Melalui sosialisasi ini, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar tercipta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang aman dan kondusif selama Operasi Keselamatan Marano 2026,” ujar AKP Rio.

Dalam pelaksanaannya, Satgas Preemtif menyasar para siswa SMP Negeri 4 Pasangkayu. Para pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai aturan dasar berlalu lintas, pentingnya penggunaan helm standar SNI, kelengkapan kendaraan, hingga etika berkendara di jalan raya.

Edukasi ini dinilai krusial mengingat banyak pelanggaran lalu lintas melibatkan pengendara usia muda. Dengan pembinaan sejak dini, diharapkan para pelajar mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Tak hanya menyasar kalangan pelajar, personel Satgas Preemtif juga memberikan himbauan langsung kepada masyarakat di sejumlah titik di wilayah Pasangkayu. Warga diingatkan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak ugal-ugalan di jalan, serta mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Selain kegiatan sosialisasi, Satgas juga melakukan penyelidikan dan pendataan bersama tokoh masyarakat terkait titik-titik rawan pelanggaran, kecelakaan, dan kemacetan. Data tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan strategi penanganan preventif selama Operasi Keselamatan Marano 2026 berlangsung.

Sebanyak 10 personel diterjunkan dalam kegiatan ini. Seluruh rangkaian berlangsung aman, tertib, dan lancar. Masyarakat pun terlihat kooperatif serta mendukung penuh upaya kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif.

Dengan langkah preemtif yang masif dan terarah ini, Polres Pasangkayu berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan.

Operasi Keselamatan Marano 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan momentum perubahan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Pasangkayu.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *