MAMUJU – Kampanye keselamatan berlalu lintas yang digelar Ditlantas Polda Sulawesi Barat di Mall Matos Mamuju, Rabu (18/2/2026), tampil beda dan spektakuler. Aksi Live Painting dari seniman muda Aad Mandar yang dipadukan dengan pembacaan puisi penuh makna oleh Nur Aisyah dari Universitas Tomakaka sukses menjadi magnet ribuan pengunjung, baik yang hadir langsung maupun yang menyaksikan secara daring.
Suasana mall mendadak hening saat kuas Aad Mandar mulai menari di atas kanvas. Dengan detail dan ketelitian tinggi, ia menghadirkan karya visual yang menggambarkan sosok teladan di lingkungan Polda Sulawesi Barat. Setiap sapuan warna seakan merefleksikan semangat pengabdian dan komitmen terhadap keselamatan berlalu lintas.
Penampilan artistik itu semakin menyentuh saat Nur Aisyah membacakan puisi berjudul “Aku di Jalan Ini”. Dengan penghayatan mendalam, ia mengajak masyarakat untuk saling menghargai hak pengguna jalan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama. Pesan moral yang kuat berpadu dengan seni visual, menciptakan momen kampanye yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menggugah kesadaran.
Tak berhenti di situ, kampanye ini juga diramaikan dua ajang kompetisi kreatif yang disambut antusias generasi muda. Sebanyak 61 peserta usia dini mengikuti lomba menggambar dan mewarnai bertema “Generasi Berkeselamatan di Masa Depan”. Sementara itu, 20 peserta lainnya berlaga dalam lomba puisi dengan tema serupa.
Karya-karya yang dihasilkan para peserta sarat imajinasi dan pesan moral tentang pentingnya disiplin serta tata tertib berlalu lintas. Anak-anak terlihat penuh semangat, membuktikan bahwa edukasi keselamatan dapat ditanamkan sejak dini melalui pendekatan kreatif dan menyenangkan.
Dalam sambutannya, Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat menegaskan pentingnya membangun budaya tertib berlalu lintas dari generasi muda.
“Kami berharap melalui kampanye keselamatan yang mengedepankan kreativitas anak bangsa ini, dapat terbangun budaya tertib berlalu lintas sejak dini, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, serta terciptanya generasi yang peduli akan keselamatan guna mendukung terwujudnya kamseltibcarlantas yang aman dan berkelanjutan di wilayah hukum Polda Sulawesi Barat,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan sekolah dan orang tua peserta. Respons positif pun mengalir deras. Banyak pihak menilai pendekatan kreatif berbasis seni dan literasi seperti ini jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan keselamatan kepada anak-anak maupun masyarakat luas.
Melalui kampanye inovatif ini, Polda Sulawesi Barat membuktikan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas tak harus kaku dan formal. Dengan sentuhan seni, pesan menjadi lebih membumi, menyentuh hati, dan diharapkan mampu membentuk generasi Sulbar yang sadar hukum serta menjadikan keselamatan sebagai budaya bersama.







