MAMASA – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional tak hanya sebatas slogan. Jajaran Polsek Sumarorong, Polres Mamasa, turun langsung ke lahan pertanian mendampingi penanaman jagung seluas 1 hektare di Desa Rippung, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lahan milik warga bernama Benyamin ini menjadi bukti nyata sinergi Polri dan masyarakat dalam mendorong produktivitas sektor pertanian desa. Program ini sekaligus menjadi langkah konkret mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi warga di wilayah binaan.
Penanaman bibit jagung tersebut ditargetkan memasuki masa panen pada Juli 2026 mendatang. Dengan luas lahan mencapai satu hektare, hasil panen diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat cadangan pangan lokal di Kabupaten Mamasa.
Bhabinkamtibmas Desa Rippung, Brigpol Alwi Saputra, bersama Brigpol Yogie P, hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. Keduanya tidak hanya memantau, tetapi juga ikut terlibat aktif sebagai penggerak dan pendamping warga saat proses penanaman berlangsung.
Kehadiran aparat kepolisian di lahan pertanian ini menjadi simbol kedekatan Polri dengan masyarakat. Pendampingan tersebut memberi motivasi tersendiri bagi petani agar lebih semangat mengelola lahan dan meningkatkan hasil produksi.
Kapolsek Sumarorong, AKP Reynhard, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap kesejahteraan masyarakat desa binaan. Menurutnya, ketahanan pangan adalah fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Melalui keterlibatan langsung di lapangan, kami ingin memastikan masyarakat merasa didampingi. Ini juga bagian dari upaya mempererat kemitraan antara Polri dan warga,” ujarnya.
Langkah Polsek Sumarorong ini diharapkan menjadi contoh positif bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Mamasa. Sinergi antara aparat dan masyarakat diyakini mampu mendorong kemandirian pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani secara berkelanjutan.
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, program penanaman jagung ini tak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan investasi nyata bagi masa depan pertanian dan ketahanan pangan Mamasa.







