MAMUJU – Adi Deriyan Jayamarta, Kapolda Sulawesi Barat, secara tegas menitipkan tanggung jawab keamanan daerah kepada seluruh Bhabinkamtibmas jajaran dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bertema “Polri Sebagai Sahabat dan Penolong Masyarakat Siap Mendukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah”, yang digelar di Aula Marannu Mapolda Sulbar, Kamis (19/2/26).
Dalam forum strategis tersebut, Kapolda menekankan bahwa peran Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak dalam menjaga harkamtibmas dan mendukung penegakan hukum. Menurutnya, optimalisasi tugas Bhabinkamtibmas akan berdampak langsung pada berkurangnya beban kerja fungsi Reskrim, karena potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak dini melalui pendekatan humanis dan pelayanan terpadu di tengah masyarakat.
“Bhabinkamtibmas yang baik adalah ketika tidak ada ia dicari dan dirindukan masyarakat,” tegas Kapolda di hadapan para pejabat utama Polda Sulawesi Barat, para Kapolsek, serta seluruh Bhabinkamtibmas jajaran.
Acara juga dihadiri pemateri dari Fonder Tau Institute dan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulbar. Sebelum arahan utama, kegiatan dibuka dengan kultum Dai Kamtibmas yang disampaikan secara humoris dan penuh semangat, membakar motivasi peserta.
Kapolda menyoroti tantangan besar yang dihadapi Polri saat ini, yakni bagaimana menjangkau Generasi Z yang jumlahnya mencapai sekitar 75 juta jiwa. Ia mewajibkan seluruh Bhabinkamtibmas untuk melek teknologi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta menggunakan gaya komunikasi ringan dan mudah dipahami.
“Kalau tidak bisa menyesuaikan diri, kita akan tertinggal. Generasi Z harus kita dekati dengan cara mereka,” pesannya.
Lebih jauh, Kapolda mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi emas menuju 2030 sebagai momentum bonus demografi. Jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi justru bisa berubah menjadi bencana sosial yang menghambat terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sebagai agen perubahan di desa dan kelurahan, Bhabinkamtibmas diminta aktif mencatat, mendengar, dan melaporkan setiap keluhan masyarakat, baik terkait persoalan ekonomi maupun keamanan.
“Ingat, keamanan tidak datang dengan sendirinya, harus diciptakan dengan usaha,” tandasnya.
Dalam konteks penegakan hukum, Kapolda juga menegaskan bahwa setiap penyelesaian masalah harus berpedoman pada KUHP terbaru. Namun, ia mengingatkan ada sejumlah perkara yang tidak dapat diselesaikan secara damai, seperti tindak pidana makar, asusila/seksual, kejahatan terhadap jiwa, serta tindak pidana dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.
Momentum bulan Ramadan juga menjadi perhatian khusus. Kapolda mengajak seluruh personel menjadikan tugas sebagai ladang ibadah, dengan niat tulus sebagai abdi negara dan pelindung masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, Kapolda memastikan akan memaksimalkan peran Bhabinkamtibmas melalui pemenuhan kendaraan operasional secara bertahap serta pemberian reward bagi personel berprestasi.
Dalam kesempatan itu, penghargaan diberikan kepada sejumlah Bhabinkamtibmas inspiratif, di antaranya Aiptu Suranto (Desa Sidorejo, Polsek Wonomulyo) sebagai penggerak ketahanan pangan P2B; Aipda Hamdani (Desa Randomayang, Polsek Bambalamotu) atas pembinaan rohani dan mental remaja pelaku tindak pidana; Aipda Hamka Saleng (Desa Labung Rano, Polsek Tappalang) atas dedikasi dan pelaporan terbaik; Aipda Warju (Desa Tasokko, Polsek Karossa) sebagai mediator dengan pemecahan masalah terbanyak; Bripka Sutrisman (Desa Malakena Padang dan Desa Rante Puang, Polsek Mamasa) penggerak ketahanan pangan; serta Aipda Burhanuddin (Kelurahan Tande Timur, Polsek Banggae) atas pembentukan kampung modernisasi beragam.
Rakor ini ditutup dengan pembekalan materi komprehensif guna meningkatkan kapasitas Bhabinkamtibmas agar semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan penegasan tersebut, Kapolda Sulbar mengirim pesan kuat: keamanan daerah bukan hanya tugas struktural, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan hati, strategi, dan kesiapan menghadapi era digital.







