MAMUJU – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satuan Reserse Narkoba Polresta Mamuju kembali menunjukkan taringnya. Dalam operasi intensif yang digelar pada Jumat, 20 Februari 2026, aparat berhasil mengungkap 4 kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan mengamankan 7 tersangka di wilayah hukum Kabupaten Mamuju.
Langkah tegas ini menjadi bukti komitmen Polresta Mamuju dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif menjelang bulan penuh berkah.
Dari empat laporan polisi yang ditangani, tujuh orang resmi ditetapkan sebagai tersangka. Salah satu di antaranya diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial AR (38). Sementara tersangka lainnya kini tengah menjalani proses hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Tak tanggung-tanggung, dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat bruto kurang lebih 8 gram. Barang haram itu diduga siap edar di wilayah Mamuju.
Kasat Narkoba Sigit Nugroho menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi pelaku peredaran gelap narkotika, terlebih menjelang Ramadhan.
“Kami akan terus meningkatkan upaya penindakan terhadap pelaku peredaran narkotika. Namun, untuk pengguna yang memenuhi syarat sesuai aturan, pendekatan rehabilitatif tetap kami kedepankan,” tegasnya.
Dalam penanganan perkara ini, dua tersangka perempuan masing-masing berinisial PN (38) dan ISS (38) tidak menjalani proses pidana lanjutan. Keduanya diarahkan menjalani rehabilitasi melalui mekanisme Restorative Justice berdasarkan rekomendasi dari Badan Narkotika Nasional serta hasil asesmen dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Barat yang menyatakan keduanya sebagai penyalahguna yang layak direhabilitasi.
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah humanis dalam memutus rantai ketergantungan narkotika, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengguna untuk pulih dan kembali produktif di tengah masyarakat.
Polresta Mamuju pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Peran aktif warga dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan yang identik dengan suasana ibadah dan ketenangan.
Dengan pengungkapan ini, aparat berharap dapat memberikan efek jera kepada para pelaku sekaligus pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba di Mamuju tidak akan pernah surut. Ramadhan harus disambut dengan hati yang bersih dan lingkungan yang bebas dari narkotika.







