MAMUJU – Polda Sulbar resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat Marano 2026 dengan catatan menggembirakan. Dalam konferensi pers di Mapolda Sulbar, Senin (30/3/2026), Karo Ops Polda Sulbar, Ach Imam Rifai, membeberkan keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran yang ditandai dengan penurunan angka kriminalitas di wilayah Sulawesi Barat.
Operasi yang berlangsung sejak 13 hingga 25 Maret 2026 itu melibatkan kekuatan besar lintas sektoral. Sekitar 1.000 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari unsur TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, BPBD, Satpol PP hingga elemen masyarakat seperti Pramuka dan Orari. Sinergi ini menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas keamanan selama periode libur panjang.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi maksimal seluruh pihak. Kehadiran personel di pos pelayanan dan pos pengamanan terbukti efektif menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Ach Imam Rifai.
Berdasarkan analisa dan evaluasi (anev), tren kamtibmas menunjukkan perbaikan signifikan dibanding tahun 2025. Total gangguan kamtibmas turun 8,7 persen, dari 123 kejadian menjadi 105 kejadian. Kejahatan konvensional juga menurun dari 121 kasus menjadi 102 kasus.
Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan mengalami penurunan tipis, dari 57 kejadian menjadi 56 kejadian. Tiga wilayah dengan tingkat kecelakaan tertinggi masing-masing berada di Mamuju (15 kejadian), Mamuju Tengah (12 kejadian), dan Majene (9 kejadian).
Namun demikian, peningkatan angka fatalitas menjadi perhatian serius. Korban meninggal dunia melonjak menjadi 11 jiwa, naik drastis dari 4 jiwa pada tahun sebelumnya. Kerugian material pun meningkat tajam dari Rp81 juta menjadi Rp175 juta.
“Ini menjadi catatan penting. Meski jumlah kejadian menurun, tingkat fatalitas justru meningkat. Evaluasi menyeluruh akan kami lakukan untuk perbaikan ke depan,” jelas Ach Imam Rifai.
Menutup rilisnya, Polda Sulbar menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang telah bekerja tanpa lelah, serta masyarakat yang dinilai semakin sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas dan menjaga keamanan.
Meski Operasi Ketupat Marano 2026 telah resmi berakhir, komitmen pelayanan kepada masyarakat ditegaskan tetap berjalan. Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada di perjalanan serta memanfaatkan layanan pengaduan melalui call center 110 jika membutuhkan bantuan.
Momentum Lebaran tahun ini menjadi bukti bahwa sinergi dan kesadaran kolektif mampu menciptakan mudik yang lebih aman. Namun, pekerjaan rumah masih ada—terutama dalam menekan angka fatalitas di jalan raya yang masih menjadi ancaman serius.







