Panen Jagung Mamasa Capai 1,2 Ton, Bhabinkamtibmas Turun Lakukan Pendataan

MAMASA – Dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui pendampingan langsung kepada para petani. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sepakuan, Brigpol Marwan T., yang melaksanakan monitoring dan pendataan hasil panen jagung milik warga di Desa Sepakuan, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 09.20 WITA tersebut menyasar Kelompok Tani (Poktan) Pampang yang selama beberapa bulan terakhir mengelola lahan jagung seluas 70 are. Dari hasil pendataan, lahan yang mulai ditanami sejak 2 Februari 2026 itu berhasil menghasilkan sekitar 1,2 ton jagung setelah dipanen secara bertahap pada 1 hingga 6 Juni 2026.

Poktan Pampang diketahui menggunakan bibit jagung jenis Pertiwi 5 dengan kebutuhan benih sebanyak 8 kilogram. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman, petani memanfaatkan kombinasi pupuk Ponska dan Urea selama masa budidaya.

Pendataan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendukung sektor pertanian sekaligus memperkuat sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat. Selain memantau hasil produksi, kegiatan ini juga bertujuan memetakan potensi pangan di wilayah binaan sebagai bahan evaluasi dan pengembangan sektor pertanian ke depan.

Kapolsek Mamasa, Iptu Ana Yudi Hayato, memberikan apresiasi kepada para petani yang tetap produktif mengelola lahan meski dihadapkan pada berbagai tantangan dan keterbatasan.

“Kami akan terus mendampingi masyarakat, khususnya para petani, melalui pemantauan dan koordinasi yang berkelanjutan guna mendukung peningkatan produksi pertanian di wilayah hukum Polsek Mamasa,” ujarnya.

Keberhasilan Poktan Pampang menghasilkan 1,2 ton jagung dari lahan seluas 70 are menjadi bukti bahwa sektor pertanian di Kabupaten Mamasa memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya dalam meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *