Kebakaran Rumah di Tabulahan Mamasa, Dapur dan Gabah Milik Petani Lansia Hangus

MAMASA – Kebakaran melanda sebuah rumah warga di Dusun Asaan, Desa Tampakurra, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan bagian dapur rumah milik Daud (80), seorang petani yang berdomisili di Dusun Salutabongan, Desa Tampakurra.

Meski sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula saat Debora sedang merebus air di dapur rumah sekitar pukul 09.30 WITA. Setelah menyalakan tungku, ia kemudian meninggalkan aktivitas memasak untuk membersihkan beras di bagian depan rumah.

Sekitar 30 menit kemudian, Debora dikejutkan oleh kobaran api yang sudah membesar dan melalap area dapur. Menyadari situasi tersebut, ia segera berteriak meminta bantuan warga sekitar.

Mendengar teriakan itu, warga Dusun Asaan langsung berdatangan ke lokasi dan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Berkat kesigapan warga, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.15 WITA atau 15 menit setelah upaya pemadaman dilakukan.

Keberhasilan warga memadamkan api dengan cepat mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, bagian dapur rumah beserta sejumlah peralatan rumah tangga mengalami kerusakan. Selain itu, tiga karung gabah milik korban turut hangus terbakar.

Kapolsek Tabulahan, Ipda Wardhana Arsyad, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pemantauan dan pendataan terhadap peristiwa kebakaran tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat menggunakan api di dalam rumah. Jangan meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan karena dapat memicu kebakaran yang membahayakan keselamatan jiwa maupun harta benda,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas memasak, guna mencegah terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *