Kapolda Sulbar Buka Turnamen Domino Bhayangkara, 1.120 Peserta Padati Lapangan Tribrata

MAMUJU – Semarak Hari Bhayangkara ke-80 di Sulawesi Barat semakin terasa dengan digelarnya Turnamen Domino Bhayangkara yang secara resmi dibuka oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, di Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Sabtu (20/6/2026).

Ajang yang menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Hari Bhayangkara tersebut sukses menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 1.120 peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Tengah memadati arena pertandingan untuk mengadu strategi dan kemampuan bermain domino.

Peserta datang dari berbagai wilayah seperti Barru, Parepare, Sengkang, Makassar, Palu, Sigi hingga Donggala. Kehadiran mereka menjadikan turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi lintas daerah.

Berdasarkan data panitia, total peserta terbagi dalam dua kategori pertandingan berpasangan, yakni Kategori Umum yang diikuti 512 pasang peserta dan Kategori Eksekutif sebanyak 48 pasang peserta.

Dalam sambutannya, Kapolda Sulbar menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas tingginya antusiasme masyarakat mengikuti turnamen tersebut.

“Permainan gaple atau domino ini sejatinya adalah budaya yang sudah sangat melekat di masyarakat Sulawesi,” ujar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta di hadapan peserta, pejabat utama Polda Sulbar dan tamu undangan.

Kapolda mengaku terkejut sekaligus kagum melihat tingginya minat masyarakat. Menurutnya, saat pertama kali kegiatan ini direncanakan, target peserta hanya sekitar seribu orang. Namun, kuota yang disediakan langsung habis hanya dalam waktu sekitar 30 menit setelah informasi pendaftaran dibuka.

“Yang membuat saya sangat kagum, hanya dalam waktu sekitar 30 menit setelah undangan disebarkan, kuota pendaftaran langsung habis terisi penuh. Luar biasa sekali antusiasmenya,” ungkapnya.

Bahkan, sambung Kapolda, tingginya minat masyarakat terhadap turnamen domino tersebut bisa dikatakan melampaui antusiasme masyarakat dalam memperebutkan tiket berbagai acara hiburan besar.

Melihat respons yang begitu positif, Kapolda pun menantang panitia untuk menyiapkan kapasitas yang lebih besar pada pelaksanaan tahun mendatang.

“Tahun depan kami berencana membuka kuota lebih besar lagi hingga 2.000 peserta. Saya ingin melihat seberapa besar lagi dukungan dan semangat masyarakat terhadap kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Meski kompetisi menjadi tujuan utama, Kapolda mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran dan persaudaraan selama pertandingan berlangsung.

“Menang dan kalah adalah hal biasa dalam kompetisi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita menjaga sportivitas, kejujuran serta hubungan baik yang terjalin di sini,” pesannya.

Menurut Kapolda, turnamen domino ini juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat rekreatif, edukatif dan membangun kebersamaan.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sulbar berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Usai pembukaan, pertandingan berlangsung dalam suasana meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak serius menyusun strategi di setiap meja pertandingan. Meski demikian, nuansa kekeluargaan tetap terasa kuat dengan berbagai percakapan hangat dan canda tawa yang terjalin antar peserta dari berbagai daerah.

Turnamen Domino Bhayangkara ke-80 ini pun menjadi bukti bahwa olahraga dan permainan tradisional mampu menjadi sarana efektif dalam mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *