Longmars Hingga Mandi Lumpur, Tradisi Kenaikan Pangkat Polres Majene Tempa Mental dan Jiwa Korsa Personel

Polres Majene – Kenaikan pangkat di lingkungan Polri bukan sekadar perubahan tanda pangkat di pundak. Di balik penghargaan tersebut, tersimpan proses panjang yang menuntut dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa henti. Nilai-nilai itulah yang kembali ditegaskan Polres Majene melalui tradisi pembinaan fisik dan mental bagi personel yang memperoleh kenaikan pangkat periode 1 Juli 2026.

Sebanyak 41 personel Polres Majene mengikuti tradisi longmars yang digelar pada Sabtu (27/6/2026). Tradisi yang telah menjadi bagian dari pembinaan personel itu menjadi simbol perjalanan panjang yang harus dilalui setiap anggota Polri sebelum meraih amanah baru dalam jenjang kepangkatan.

Kegiatan diawali dengan apel pengecekan yang dipimpin Wakapolres Majene Kompol Andri Aryansyah. Usai apel, para personel yang akan naik pangkat langsung diberangkatkan menempuh perjalanan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer dengan rute yang tidak mudah.

Mereka harus melewati medan menanjak menuju kawasan Gunung Padzang-padzang, melintasi jalur berbatu dan terjal, sebelum akhirnya kembali menuju wilayah Kota Majene. Selama perjalanan, semangat kebersamaan begitu terasa. Tidak ada yang berjalan sendiri. Personel saling menguatkan, membantu rekan yang mulai kelelahan, hingga bersama-sama menuntaskan rute yang telah ditentukan.

Untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan aman, para peserta mendapat pengawalan dari personel pendamping serta tim kesehatan yang terus memantau kondisi fisik setiap peserta selama perjalanan berlangsung.

Tradisi tersebut bukan semata-mata menguji kekuatan fisik. Lebih dari itu, longmars menjadi media pembentukan karakter anggota Polri agar memiliki daya juang, ketangguhan mental, disiplin, serta rasa solidaritas yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.

Usai menaklukkan medan perjalanan yang menguras tenaga, para peserta kembali dihadapkan pada prosesi simbolis berikutnya. Seluruh personel direndam di dalam got berlumpur sebagai lambang bahwa setiap anggota harus siap menghadapi berbagai tantangan dan dinamika tugas, tanpa memandang kenyamanan ataupun kesulitan yang dihadapi.

Prosesi kemudian ditutup dengan membersihkan diri di pesisir Pantai Binanga, Kecamatan Banggae Timur. Momen tersebut menjadi simbol bahwa setelah melewati berbagai ujian dan tantangan, setiap personel diharapkan mampu menjalankan amanah pangkat baru dengan hati yang bersih, integritas yang kuat, serta semangat pengabdian yang semakin tinggi kepada masyarakat.

Kapolres Majene melalui Kasi Humas Iptu Suyuti menjelaskan bahwa tradisi ini sengaja dipertahankan karena memiliki makna mendalam bagi setiap personel yang memperoleh kenaikan pangkat.

Menurutnya, kenaikan pangkat bukanlah hadiah ataupun rutinitas administrasi semata, melainkan bentuk penghargaan atas proses panjang yang dilalui setiap anggota melalui penilaian kinerja, disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab selama bertugas.

“Tradisi ini diharapkan menjadi kenangan yang tidak terlupakan bagi setiap personel. Mereka akan selalu mengingat bahwa setiap kenaikan pangkat diraih melalui perjuangan, sehingga pangkat baru harus diiringi dengan peningkatan kualitas pengabdian, profesionalisme, dan tanggung jawab kepada institusi maupun masyarakat,” ujar Iptu Suyuti.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *