BOGOR – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Polri. Hingga akhir Juni 2026, sebanyak 1.415 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri di berbagai daerah dengan capaian membanggakan, yakni mampu mempertahankan status zero accident dalam seluruh operasional dapur MBG.
Laporan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2026), di hadapan Presiden Republik Indonesia.
“Sampai dengan saat ini alhamdulillah SPPG Polri berhasil mempertahankan zero accident,” ujar Jenderal Listyo Sigit.
Keberhasilan tersebut, kata Kapolri, tidak terlepas dari penerapan standar keamanan pangan yang ketat di setiap dapur MBG. Polri melengkapi fasilitas penunjang mulai dari tandon air berbahan stainless, sistem penyaringan air dan reverse osmosis, water heater, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), steamer food, hingga perangkat pengujian kualitas makanan.
Seluruh fasilitas tersebut disiapkan guna memastikan proses pengolahan makanan memenuhi prinsip food safety secara konsisten, sehingga makanan yang disajikan kepada masyarakat benar-benar aman, sehat, dan bergizi.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga memaparkan progres pembangunan SPPG yang menjadi bagian dari target nasional. Dari sasaran pembangunan 1.500 unit SPPG sepanjang tahun 2026, hingga akhir Juni telah terealisasi sebanyak 1.415 unit.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 828 dapur telah beroperasi penuh, 227 unit memasuki tahap operasional, sementara 360 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. Sebanyak 33 SPPG juga dibangun di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bentuk pemerataan pelayanan gizi bagi masyarakat.
“Seluruh SPPG tersebut diperkirakan dapat melayani 3,5 juta penerima manfaat serta menyerap 70,7 ribu pekerja,” ungkap Kapolri.
Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, Polri juga terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui pemenuhan berbagai standar sertifikasi. Hingga kini telah diterbitkan 348 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), 146 sertifikat jaminan produk halal, serta 285 sertifikat hasil uji laboratorium kualitas air.
Selain itu, sebanyak 305 chef telah mendapatkan pelatihan khusus untuk memastikan setiap makanan yang disajikan memenuhi standar mutu dan kandungan gizi yang ditetapkan.
Sebagai inovasi dalam penyajian menu, Polri juga menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang memuat 80 variasi menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia.
“Telah menyusun buku Rasa Bhayangkara Nusantara yang berisi 80 menu beragam, sehingga dapat menambah variasi makanan serta memastikan terpenuhinya standar nutrisi,” tutup Kapolri.
Melalui penguatan SPPG dan penerapan standar keamanan pangan yang ketat, Polri menunjukkan komitmennya dalam mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.









