Kapolsek Mambi Dampingi Mantan Napiter Jadi Khatib Jumat, Wujud Nyata Deradikalisasi di Mamasa

**MAMASA** – Komitmen Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung keberhasilan program deradikalisasi kembali ditunjukkan di Kabupaten Mamasa. Kapolsek Mambi, **Ipda Riswandi**, bersama **Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror Sulawesi Barat, AKBP Sopan Ansari**, menghadiri sekaligus melaksanakan pengamanan ibadah Shalat Jumat di Masjid Al-Basyar, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 12.05 Wita tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan dan diikuti oleh personel Polsek Mambi, Lurah Talippuki Badaruddin, serta ratusan jamaah yang memadati masjid. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya untuk memastikan keamanan selama pelaksanaan ibadah, tetapi juga mempererat hubungan silaturahmi dengan warga.

Momen yang menarik perhatian dalam pelaksanaan Shalat Jumat kali ini adalah kehadiran **Nasrullah alias Ambe Tika**, seorang mantan narapidana tindak pidana terorisme, yang dipercaya menyampaikan khutbah sekaligus menjadi imam Shalat Jumat. Kehadiran mantan napiter sebagai khatib menjadi gambaran nyata keberhasilan proses pembinaan, deradikalisasi, dan reintegrasi sosial yang terus dilakukan oleh pemerintah bersama Densus 88 Anti Teror.

Di bawah pendampingan dan pembinaan berkelanjutan dari Densus 88 Anti Teror, mantan napiter diberikan ruang untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik sekaligus mencegah berkembangnya kembali paham-paham radikal melalui pendekatan yang humanis, edukatif, dan persuasif.

Kapolsek Mambi menegaskan bahwa Polri akan terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas keagamaan, guna menciptakan rasa aman, nyaman, dan kondusif. Kehadiran personel kepolisian di rumah ibadah juga merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan pemerintah setempat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Sementara itu, Kasatgaswil Densus 88 Sulawesi Barat menilai bahwa keberhasilan seseorang yang pernah menjalani proses hukum hingga mampu kembali diterima masyarakat merupakan indikator penting keberhasilan program deradikalisasi nasional. Pendekatan yang mengedepankan pembinaan, dialog, dan pendampingan dinilai efektif dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis serta memperkuat persatuan bangsa.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan hingga selesai pada pukul 12.45 Wita. Kehadiran Polsek Mambi bersama Densus 88 Sulbar di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kepercayaan, merawat toleransi, dan mendukung proses reintegrasi sosial demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Mamasa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *