PASANGKAYU – Upaya menjaga stabilitas keamanan jelang dua hari besar keagamaan terus dilakukan jajaran kepolisian. Bhabinkamtibmas Desa Gunungsari, Polsek Pasangkayu, Aipda Ridwan Suherman menghadiri kegiatan kelompok belajar masyarakat di Dusun Saloraya, Desa Gunungsari, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kegiatan yang berada di bawah naungan Polres Pasangkayu tersebut turut dihadiri Kabag Ops Polres Pasangkayu AKP Mustamir, S.H., M.H., Mr. Elen, Pendeta Saloraya Viki Mengelap, pengurus Gereja BK, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut bukan sekadar menghadiri agenda sosial masyarakat, tetapi juga melakukan koordinasi dan pemantauan terkait situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas Aipda Ridwan Suherman melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Gunungsari serta pengurus Gereja BK terkait keberadaan warga negara asing (WNA) yang berada di Dusun Saloraya. Koordinasi ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan dan monitoring terhadap aktivitas orang asing yang berada di wilayah desa binaan.
Menurutnya, keterbukaan informasi dari masyarakat sangat penting untuk memastikan keberadaan warga pendatang tetap terpantau dan tidak menimbulkan potensi gangguan keamanan.
Selain itu, Aipda Ridwan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi yang biasanya diiringi dengan peningkatan aktivitas masyarakat.
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif warga sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Jika ada hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan lingkungan, segera laporkan kepada pihak kepolisian melalui layanan call center 110 atau langsung kepada Bhabinkamtibmas,” imbaunya.
Sementara itu, Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kabag Ops AKP Mustamir menyampaikan bahwa sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antar elemen masyarakat akan memperkuat kerukunan serta menciptakan situasi yang tetap kondusif di wilayah Kabupaten Pasangkayu.
“Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersamaan, saling menghormati antar umat beragama, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan damai, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri dalam memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat, sekaligus memastikan kondisi wilayah tetap aman melalui pendekatan dialogis dan pengawasan langsung di tingkat desa.







