MAMUJU – Polda Sulawesi Barat berharap kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani sawit yang menjadi ujung tombak sektor perkebunan di daerah.
Harapan tersebut disampaikan Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sulbar, AKBP Ivan Wahyudi, S.H., S.I.K., saat memberikan arahan dalam kegiatan penetapan harga TBS kelapa sawit yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Sulawesi Barat.
Dalam arahannya, AKBP Ivan Wahyudi menegaskan bahwa proses penetapan harga TBS harus dilakukan secara transparan, objektif, dan berkeadilan sehingga kenaikan harga sawit tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh para petani.
“Polda Sulbar berharap setiap kenaikan harga sawit dapat dinikmati oleh masyarakat, khususnya petani yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai produksi kelapa sawit,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa, perwakilan Asosiasi Petani Sawit, perwakilan perusahaan pengelola Crude Palm Oil (CPO), serta Kepala Dinas Perkebunan yang turut memberikan masukan dalam pembahasan penetapan harga TBS.
Forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap berbagai aspirasi dari petani maupun pelaku usaha agar kebijakan harga yang ditetapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan petani.
Menurut AKBP Ivan, stabilitas sektor perkebunan sawit memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian Sulawesi Barat. Karena itu, seluruh pihak diharapkan dapat menjaga komunikasi dan sinergi agar tidak terjadi gejolak yang dapat merugikan masyarakat maupun dunia usaha.
Selain itu, keterlibatan mahasiswa dan organisasi petani dalam forum penetapan harga TBS dinilai sebagai bentuk keterbukaan pemerintah dan stakeholder terkait dalam mengawal tata kelola industri sawit yang lebih baik dan berkeadilan.
Dengan adanya kesepahaman antara pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, dan petani, diharapkan harga TBS yang ditetapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga menjadi komitmen bersama untuk memastikan sektor perkebunan kelapa sawit tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Sulawesi Barat dengan mengedepankan prinsip keadilan dan kesejahteraan masyarakat.








