TBC, Wakapolres Polman Pimpin Gerakan Percepatan Penanganan 560 Kasus

POLEWALI MANDAR – Upaya menekan angka penyebaran Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Polewali Mandar terus diperkuat. Wakapolres Polewali Mandar, Kompol Restu Indra Pamungkas, S.T., M.Si., memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Penyakit Tuberkulosis yang digelar di Aula Rupatama Polres Polman, Kamis (11/6/2026).

Rakor tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga tenaga kesehatan dalam mempercepat penanggulangan TBC di wilayah Polewali Mandar yang saat ini tercatat memiliki jumlah kasus tertinggi di Sulawesi Barat.

Kegiatan itu dihadiri Harsalim, S.Kep., M.Kes., mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, Ps. Kauryankes Subbidkespol Biddokkes Polda Sulbar AKP Carsa, S.Kep., M.M., Plh. Kasubdit Bhabinkamtibmas Polda Sulbar IPTU Risman, S.H., Kasat Binmas Polres Polman AKP M. Rustan, S.Sos., dr. H. Gunadil, M.M.Kes., mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, Kepala Dinas PMD Alimuddin, para Kanit Binmas Polsek jajaran Polres Polman, serta para Bhabinkamtibmas.

Dalam sambutannya, Kompol Restu Indra Pamungkas menegaskan komitmen Polri untuk mendukung penuh program pemerintah dalam penanganan TBC melalui pendekatan kolaboratif bersama tenaga kesehatan dan pemerintah desa.

Menurutnya, peran Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas sangat penting dalam mendukung upaya pendampingan pasien di lapangan. Karena itu, seluruh personel diharapkan memahami materi yang disampaikan agar mampu menjalankan tugas secara optimal.

“Polri siap mengawal proses penanganan TBC mulai dari pendataan, pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh. Kami juga siap mendampingi tenaga kesehatan saat melakukan kunjungan ke masyarakat,” tegas Kompol Restu.

Dukungan serupa disampaikan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, dr. H. Gunadil, M.M.Kes. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan program penanggulangan TBC melalui kolaborasi yang erat antara tenaga kesehatan, Bhabinkamtibmas dan pemerintah desa.

Menurutnya, koordinasi yang baik antara puskesmas dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci keberhasilan dalam mendampingi pasien agar tetap menjalani pengobatan hingga tuntas.

Sementara itu, Harsalim dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mengungkapkan bahwa Polewali Mandar saat ini menjadi daerah dengan jumlah kasus TBC terbanyak di Sulawesi Barat, mencapai sekitar 560 kasus.

Ia menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri dan dapat menyerang paru-paru maupun organ tubuh lainnya. Penularannya terjadi melalui udara saat penderita batuk, bersin atau berbicara.

“TBC bukan penyakit keturunan dan bukan akibat guna-guna atau kutukan. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Harsalim juga menjelaskan kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi terpapar TBC, seperti anak-anak, lansia, perokok, penderita HIV/AIDS, orang dengan daya tahan tubuh rendah, serta anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC.

Selain memperkuat koordinasi lintas sektor, rakor ini juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, kepatuhan menjalani terapi pengobatan, serta langkah-langkah pengendalian infeksi di lingkungan masyarakat.

Melalui sinergi antara Polri, tenaga kesehatan dan pemerintah daerah, diharapkan angka kasus TBC di Polewali Mandar dapat ditekan dan target eliminasi TBC dapat tercapai demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *