Bhabinkamtibmas Amola Dampingi Petani Jual Jagung ke Bulog Polman

POLMAN – Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di lapangan. Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Amola, Polsek Binuang, Brigpol Muh. Syahrul Arifin yang aktif mendampingi petani jagung memasarkan hasil panennya melalui Bulog Cabang Polewali Mandar, Sabtu (13/6/2026).

Pendampingan tersebut dilakukan sebagai upaya membantu petani mendapatkan harga jual yang layak sekaligus memastikan hasil panen terserap secara optimal melalui jalur pemasaran resmi pemerintah.

Dalam kegiatan itu, Brigpol Muh. Syahrul Arifin mendampingi salah seorang petani jagung asal Desa Amola, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, bernama Wawan. Petani perorangan tersebut mengelola lahan jagung seluas 30 are yang ditanami pada Februari 2026 dan dipanen pada Mei 2026.

Hasil panen jagung milik Wawan berhasil dijual ke Bulog Cabang Polewali Mandar dengan total berat mencapai 568 kilogram. Berdasarkan hasil penimbangan, jagung tersebut memiliki kadar air 13 persen dan diterima Bulog dengan harga Rp6.400 per kilogram.

Brigpol Muh. Syahrul Arifin mengatakan, pendampingan kepada petani merupakan bagian dari peran Bhabinkamtibmas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menyukseskan program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Kami terus mendorong para petani untuk memanfaatkan Bulog sebagai saluran pemasaran hasil panen. Selain memberikan kepastian penyerapan hasil produksi, langkah ini juga membantu menjaga stabilitas harga di tingkat petani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah, Bulog, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program ketahanan pangan nasional. Karena itu, pihaknya akan terus hadir mendampingi para petani mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil panen.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

Dengan adanya pendampingan tersebut, diharapkan semakin banyak petani yang memanfaatkan Bulog sebagai mitra pemasaran sehingga hasil panen dapat terserap secara maksimal, harga tetap stabil, dan kesejahteraan petani semakin meningkat. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari tingkat desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *