Ngamuk Diduga Usai Konsumsi Boje, Pemuda di Mamuju Diamankan Polisi

MAMUJU – Aksi cepat Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mamuju bersama personel piket Samapta berhasil mengamankan seorang pemuda yang diduga berada di bawah pengaruh obat jenis Boje dan membuat keributan di Jalan Andi Dai, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (12/7/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.20 Wita dan sempat mengundang perhatian warga sekitar akibat ulah seorang pemuda yang berteriak-teriak tidak karuan di tengah jalan.

Kasi Humas Polresta Mamuju, **Iptu Herman Basir**, mengatakan bahwa personel langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat terkait adanya keributan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

“Setibanya di lokasi, petugas mendapati seorang pemuda bernama Oppi (20) sedang berteriak-teriak tidak terkendali dan diduga berada dalam kondisi tidak sadar setelah mengonsumsi obat jenis Boje,” ujar Iptu Herman Basir.

Melihat kondisi tersebut, petugas segera mengambil tindakan dengan mengamankan yang bersangkutan. Langkah cepat itu dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya gangguan kamtibmas yang lebih luas sekaligus menjaga keselamatan pemuda tersebut maupun masyarakat di sekitarnya.

“Proses pengamanan berlangsung tanpa perlawanan. Petugas kemudian membawa yang bersangkutan beserta barang bukti berupa obat jenis Boje ke Mapolresta Mamuju,” tambahnya.

Selanjutnya, Oppi diserahkan kepada piket Satresnarkoba Polresta Mamuju guna menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penyalahgunaan obat-obatan.

Polresta Mamuju menegaskan komitmennya untuk terus memberantas penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya yang dapat merusak kesehatan, memicu tindakan kriminal, serta mengganggu ketertiban masyarakat.

Melalui kesempatan tersebut, Iptu Herman Basir juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka. Sementara kepada generasi muda, ia mengajak untuk menjauhi penyalahgunaan obat-obatan terlarang maupun zat berbahaya lainnya yang dapat menghancurkan masa depan.

“Peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan obat-obatan. Segera laporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan berbahaya di lingkungan sekitar,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *