MAMUJU TENGAH – Musibah kebakaran menghanguskan rumah milik Hawiah (60), warga Dusun Mekar Sari, Desa Kabubu, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (19/7/2026) pagi. Peristiwa yang diduga dipicu api saat membakar semut di dalam kamar tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp300 juta.
Rumah permanen berukuran 8 x 12 meter yang terbuat dari batako beserta seluruh isinya tidak berhasil diselamatkan setelah api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bangunan. Dua unit sepeda motor, satu unit televisi, satu unit kulkas, hingga uang tunai sebesar Rp11 juta ikut musnah terbakar.
Kasi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edward Hamsah, menjelaskan, kebakaran bermula sekitar pukul 07.30 Wita saat pemilik rumah membersihkan kamar dan membakar semut di dekat kasur. Setelah mengira api telah padam, korban kemudian meninggalkan ruangan menuju teras rumah.
Namun sekitar pukul 08.00 Wita, cucu korban bernama Hasan melihat kobaran api sudah membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah. Warga sekitar berupaya membantu memadamkan api sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 08.20 Wita dan bersama warga berjibaku memadamkan kobaran api. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 09.00 Wita. Sayangnya, saat itu seluruh bangunan beserta harta benda di dalam rumah telah hangus terbakar.
“Kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta, dengan nilai terbesar berasal dari bangunan rumah serta dua unit sepeda motor yang ikut terbakar,” ujar Ipda Edward Hamsah.
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, musibah ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dapat berakibat fatal dan menimbulkan kerugian yang sangat besar.
Polres Mamuju Tengah mengimbau masyarakat agar selalu memastikan sumber api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, terutama saat membakar sampah, membersihkan rumah, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
“Jangan pernah meremehkan percikan api. Kerugian ratusan juta rupiah bisa terjadi hanya karena sumber api ditinggalkan tanpa dipastikan benar-benar padam,” tegas Ipda Edward Hamsah.
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.









