MAMASA – Gelora ketahanan pangan menggema dari Dusun Palian, Desa Datubaringan, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa. Warga setempat kompak turun ke lahan, menanam jagung sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian pangan daerah, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 09.30 WITA.
Kegiatan yang dipusatkan di lahan seluas 0,7 hektare milik Kornelis ini menjadi bukti semangat gotong royong masyarakat pedesaan yang tak pernah padam. Penanaman jagung sendiri telah dimulai sejak 10 Februari 2026 dan ditargetkan memasuki masa panen pada 25 Juni 2026 mendatang.
Antusiasme warga terlihat jelas. Mereka bahu-membahu mengolah lahan, menanam bibit, hingga memastikan proses berjalan maksimal. Upaya ini bukan sekadar aktivitas pertanian biasa, melainkan bagian dari gerakan bersama mendukung program ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Pana.
Menariknya, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan langsung dari jajaran kepolisian. Brigpol Arton Fabio Sentana, S.H., hadir sebagai penggerak dan pendamping di lapangan. Kehadirannya menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mendorong produktivitas sektor pertanian.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peran kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir mendorong kesejahteraan warga melalui sektor riil seperti pertanian. Dengan pendampingan tersebut, proses penanaman berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Secara terpisah, PS Kapolsek Pana, IPTU Amsal Pamean, memberikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat Dusun Palian. Ia menegaskan bahwa keterlibatan warga dalam pemanfaatan lahan pertanian secara optimal merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas pangan di tingkat desa.
“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat. Sinergi antara aparat dan warga seperti ini harus terus dijaga demi kemajuan bersama,” ujarnya.
Diharapkan, hasil panen pada Juni mendatang tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menjadi motivasi bagi dusun dan desa lainnya di Kabupaten Mamasa untuk menggerakkan potensi pertanian yang ada.
Langkah konkret warga Dusun Palian ini menjadi contoh bahwa ketahanan pangan dimulai dari desa. Dengan semangat gotong royong, dukungan aparat, dan pemanfaatan lahan yang optimal, harapan menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata dari akar rumput.
(Humas Polres Mamasa Polda Sulbar)







