Jadi Koki Dadakan, Kapolda Sulbar dan Para PJU Adu Keterampilan Masak Nasi Goreng Dalam Semarak Hari Bhayangkara ke‑80

MAMUJU – Suasana berbeda terlihat di lingkungan Mapolda Sulawesi Barat, Rabu (24/6/2026). Jika biasanya dipenuhi aktivitas kedinasan yang serius dan penuh ketegasan, kali ini Tribun Lapangan Tribrata Mapolda Sulbar berubah menjadi arena penuh canda tawa dan semangat kebersamaan melalui lomba memasak nasi goreng dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

Kegiatan unik tersebut diikuti langsung oleh Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta, bersama seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Sulbar. Dalam lomba itu, para pimpinan kepolisian sejenak meninggalkan rutinitas dan jabatan mereka untuk bertransformasi menjadi koki dadakan yang siap menunjukkan kemampuan terbaik di dapur.

Berbekal bahan sederhana dan aneka bumbu dapur yang telah disiapkan panitia, para peserta ditantang mengolah nasi goreng dengan cita rasa terbaik dalam waktu 30 menit. Tidak hanya soal rasa, para peserta juga dituntut menampilkan kreativitas serta menjaga kebersihan selama proses memasak.

Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia menghadirkan tim juri profesional dari Hotel D’Maleo Mamuju. Para juri menilai hasil masakan berdasarkan aspek cita rasa, kreativitas penyajian, hingga kebersihan dan kerapian proses memasak.

Kapolda Sulbar dan para pejabat utama tampak antusias mengikuti perlombaan. Mereka terlihat sibuk memilih bahan, meracik bumbu, hingga mengolah nasi goreng dengan gaya khas masing-masing. Suasana semakin meriah dengan sorakan dan dukungan dari para penonton yang memadati sisi lapangan, memberikan semangat kepada peserta favorit mereka.

Di sela-sela kegiatan, Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menegaskan bahwa lomba tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki makna yang lebih dalam. Menurutnya, kegiatan itu menjadi simbol bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut tegas dalam menjalankan tugas, tetapi juga mampu berperan aktif dalam kehidupan rumah tangga.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa selain menjadi pemimpin yang tegas dan berwibawa di dinas, kami juga memiliki kemampuan dan keinginan untuk membantu di lingkungan rumah tangga. Bagi kami, menjadi suami yang bisa diandalkan dan turut berbagi tugas dapur adalah bentuk tanggung jawab yang tak kalah penting,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan, kegiatan santai seperti ini juga menjadi sarana efektif mempererat kebersamaan, membangun kekompakan, serta memperlihatkan sisi humanis para pimpinan Polri. Semangat kerja sama yang terbangun selama perlombaan diharapkan dapat terus terbawa dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Menutup kegiatan, Kapolda Sulbar mengajak seluruh peserta untuk menikmati suasana dengan penuh kegembiraan. Dengan nada bercanda, ia bahkan mengingatkan para peserta agar tidak lupa melihat contekan resep masing-masing.

“Nasi gorengnya bebas, mau merah, putih ataupun hitam gelap juga bisa,” canda Kapolda yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan para peserta serta penonton.

Melalui kegiatan ini, semarak Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan Polda Sulbar, sekaligus menunjukkan bahwa di balik seragam kepolisian terdapat sosok-sosok yang dekat dan menyatu dengan masyarakat.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *