Kapolda Sulbar di RRI: Polri Harus Humanis, Profesional dan Selalu Hadir untuk Masyarakat

MAMUJU – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, memaparkan komitmen Polda Sulbar dalam membangun institusi Polri yang semakin profesional, humanis, transparan, dan dicintai masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber utama dalam Dialog Interaktif Halo Sulbar yang disiarkan langsung Radio Republik Indonesia (RRI) Sulawesi Barat, Senin (29/6/2026).

Mengangkat tema “Hari Bhayangkara ke-80: Polri untuk Masyarakat”, dialog berlangsung hangat dan interaktif. Kapolda berbagi pengalaman pengabdiannya, capaian kinerja Polda Sulbar, tantangan yang dihadapi, hingga harapan besar terhadap masa depan Polri sebagai institusi yang semakin dekat dengan rakyat.

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol. Adi Deriyan mengungkapkan bahwa penugasannya di Sulawesi Barat menjadi pengalaman pertama memimpin di luar Pulau Jawa. Sebelumnya, ia juga pernah dipercaya mengemban tugas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Kementerian Pariwisata, pengalaman yang menjadi bekal berharga dalam memimpin Polda Sulbar.

Ia mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Sulawesi Barat, kekayaan budaya, serta kuliner khas daerah seperti jepa yang menjadi makanan pertama yang dicicipinya saat tiba di Bumi Tanah Mandar. Bahkan, dirinya masih terus belajar memahami dialek khas masyarakat Mandar, termasuk penggunaan kata “mi” dan “ji” yang menurutnya menjadi bagian penting untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa filosofi Rastra Sewakottama menjadi pedoman utama seluruh anggota Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Menjadi polisi berarti harus selalu hadir, mendengar aspirasi masyarakat, memberikan perlindungan tanpa membeda-bedakan, serta memastikan setiap pelayanan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebagai gambaran kinerja Polda Sulbar, Kapolda memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan dan keamanan di wilayah Sulawesi Barat. Indeks Kamtibmas mencapai 79,35 persen, berada di atas rata-rata nasional. Sementara Indeks Harkamtibmas menyentuh 85,15 persen, dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri berada di angka 73,11 persen. Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korban juga terus mengalami penurunan melalui berbagai operasi dan edukasi keselamatan.

Meski demikian, Kapolda mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang menjadi perhatian serius, salah satunya penanganan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Untuk itu, Polda Sulbar tengah mempersiapkan pembentukan Satuan Tugas Terpadu bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna memperkuat langkah pencegahan, pendampingan korban, hingga penegakan hukum.

Dalam aspek penegakan hukum, Kapolda menegaskan bahwa tidak ada kompromi terhadap pelaku tindak pidana, termasuk kasus kekerasan seksual maupun peredaran oli palsu yang menjadi perhatian masyarakat. Seluruh laporan dipastikan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya budaya keterbukaan di tubuh Polri. Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat merupakan masukan berharga untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepolisian.

Semangat itu pula yang melatarbelakangi digelarnya lomba fotografi Hari Bhayangkara ke-80 bertema “Kritiklah Kami, Karena Polisi Juga Manusia”, sebagai bentuk keterbukaan Polri terhadap evaluasi publik.

Menghadapi tantangan keterbatasan jumlah personel, Polda Sulbar terus mengoptimalkan penggunaan teknologi, meningkatkan patroli, serta mempercepat respons pelayanan kepada masyarakat. Untuk mengatasi balap liar, Operasi Sinar Biru dilaksanakan setiap hari di titik-titik rawan.

Sementara dalam menangani kenakalan remaja dan konflik yang melibatkan anak, Polda Sulbar mengedepankan pendekatan pembinaan melalui tim khusus yang tidak hanya fokus pada aspek hukum, tetapi juga pemulihan dan pendidikan karakter.

Menjelang puncak Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Polda Sulbar telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari bakti kesehatan dan bakti sosial hingga ke pulau-pulau terluar, turnamen gaple, lomba burung berkicau, pameran fotografi, hingga panggung hiburan gratis di Stadion Manakarra.

Di penghujung dialog, Kapolda Sulbar menyampaikan harapannya agar Polri semakin dipercaya masyarakat melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berintegritas.

“Kami menyadari masih ada kekurangan dalam menjalankan tugas. Untuk itu saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Sulawesi Barat. Kami akan terus berbenah agar pelayanan Polri semakin baik, semakin dekat dengan masyarakat, serta mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan keadilan bagi seluruh warga,” tutup Kapolda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *