Pesta Adat Suku Da’a Pasangkayu Berlangsung Aman, Aspirasi Warga Jadi Sorotan

PASANGKAYU – Suasana penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Syukuran Pesta Adat (Powati) masyarakat Suku Da’a di Dusun Duria Sulapa, Desa Kalola, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (30/7/2026). Tradisi budaya yang dipusatkan di Bantaya Duria Sulapa ini berlangsung aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi, melestarikan warisan adat, serta menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.

Kegiatan tersebut mendapat perhatian berbagai unsur pemerintah, legislatif, aparat keamanan, tokoh adat, hingga masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi IV DPR RI Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P., Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Putu Swadana, Anggota DPRD Kabupaten Pasangkayu Andreas dan Rian Ramadhan, Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf, S.H., Babinsa Desa Kalola Sertu Saeri, Kepala Adat Suku Da’a Duria Sulapa Thomas, Kepala Dusun Duria Sulapa Charles, Kepala Dusun Purnama Baru Barton, serta sekitar 50 warga masyarakat adat.

Kapolres Pasangkayu AKBP Joko Kusumadinata melalui Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf, S.H., menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh terhadap setiap kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai budaya, dan membangun hubungan harmonis antara pemerintah dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Anggota DPR RI melalui tarian adat Dero yang diikuti para tamu undangan dan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, dialog bersama warga, makan bersama, hingga sesi foto sebagai simbol kebersamaan.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat adat Suku Da’a Duria Sulapa. Ia memaparkan berbagai kebijakan pemerintah sekaligus mengajak masyarakat terus menjaga persatuan dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak cuaca ekstrem yang berpotensi memicu gagal panen.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diajak menjaga keamanan dan ketertiban, melestarikan adat istiadat sebagai identitas budaya, serta bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dapat dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi palsu yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Kepala Dusun Duria Sulapa mengusulkan pembukaan dan peningkatan jalan tani agar aktivitas para petani menjadi lebih lancar. Sementara Ketua Kelompok Tani berharap pemerintah dapat mempermudah akses bantuan bibit pertanian sekaligus meningkatkan kualitas bibit jagung yang disalurkan karena bibit sebelumnya dinilai kurang optimal dan berdampak pada hasil panen.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Bambalamotu melaksanakan pengamanan secara maksimal sehingga seluruh rangkaian acara berjalan aman dan lancar. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 WITA dalam situasi yang tetap kondusif.

Keberhasilan pelaksanaan Pesta Adat Powati ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus melestarikan budaya lokal sebagai kekayaan daerah yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *