MAMASA — Upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani terus dilakukan jajaran kepolisian di wilayah Kabupaten Mamasa. Personel Bhabinkamtibmas Desa Saluahok, BRIPKA Hirwan, melaksanakan monitoring penjemuran jagung hasil panen milik warga binaannya di Dusun Saluahok, Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Senin, 11 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pendampingan terhadap masyarakat petani pasca panen, sekaligus memastikan hasil pertanian warga tetap terjaga kualitasnya sebelum dipasarkan.
Petani jagung yang mendapat pendampingan yakni Haruna, anggota Kelompok Tani Nuraini Indah. Jagung yang dipanen berasal dari lahan seluas seperempat hektar yang ditanami sejak Desember 2025 menggunakan bibit jenis Sumo sebanyak 3 kilogram.
Dalam proses budidayanya, petani menggunakan pupuk Ponska dan Urea untuk mendukung pertumbuhan tanaman hingga masa panen yang dilaksanakan pada 30 April 2026 lalu.
Dari lahan tersebut, Haruna berhasil memperoleh hasil panen sekitar 1,3 ton jagung. Saat ini, jagung masih menjalani proses penjemuran guna menjaga kualitas dan kadar air sebelum dijual ke pasaran.
BRIPKA Hirwan mengatakan, monitoring yang dilakukan merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional serta bentuk kepedulian kepada masyarakat desa binaan.
Selain melakukan pengawasan penjemuran, pihaknya juga mengarahkan agar hasil panen petani dapat dipasarkan melalui Bulog. Langkah tersebut diharapkan mampu membantu menjaga stabilitas harga jagung sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.
“Kami berharap hasil panen warga bisa terserap dengan baik melalui Bulog sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan tetap semangat meningkatkan produksi pertanian,” ujarnya.
Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas petani juga mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai memberikan motivasi dan rasa aman dalam pengelolaan hasil pertanian pasca panen.
Melalui pendampingan seperti ini, Polres Mamasa terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat desa.






