MAMASA – Bhabinkamtibmas Polsek Mambi, BRIPKA Hirwan, melakukan monitoring pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa 12 Mei 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA tersebut dipusatkan di Desa Mehalaan Barat dan diselenggarakan oleh Yayasan Pallawa Lipu Grup SPPG Mamasa Mehalaan Barat sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan.
Program Makan Bergizi Gratis itu menyasar peserta didik dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, anak tidak sekolah, serta kelompok 3B yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Kepala SPPG, Muh. Ridwan, S.E., bersama tim yang terdiri dari ahli gizi, akuntan, serta 47 relawan turun langsung mengawal proses distribusi agar berjalan aman, lancar, dan tepat sasaran.
Sebanyak 30 sekolah di Kecamatan Mehalaan menerima manfaat dari program tersebut. Jumlah penerima dari kalangan peserta didik tercatat mencapai 1.075 orang. Selain itu, terdapat 314 tenaga pendidik, 30 tenaga kependidikan, dan 40 anak tidak sekolah yang juga menerima bantuan makanan bergizi.
Sementara untuk kelompok 3B, program MBG menjangkau 42 ibu hamil, 393 balita, dan 154 ibu menyusui yang tersebar di 12 posyandu di wilayah Kecamatan Mehalaan.
Secara keseluruhan, total penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis mencapai 2.048 orang.
Adapun menu makanan yang dibagikan kepada peserta didik terdiri dari nasi putih, telur rebus, susu, sayur tumis, dan buah jeruk. Sedangkan untuk kelompok 3B disiapkan nasi putih, telur rebus, tahu sambal, sayur tumis, dan buah jeruk guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif meskipun petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Akses menuju lokasi penerima manfaat hanya dapat ditempuh menggunakan sepeda motor dengan kondisi jalan tanah yang bergelombang dan licin.
Kapolsek Mambi, IPTU Samson AP SH, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar bantuan pangan bergizi tersebut benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Monitoring dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran bagi masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.







