PASANGKAYU – Komitmen mendukung program ketahanan pangan terus ditunjukkan jajaran Polsek Bambalamotu, Polres Pasangkayu, melalui pelaksanaan Penilaian Lomba Pekarangan Pangan Lestari dan Pekarangan Pangan Bergizi (P2L dan P2B), Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat, bergizi, dan bernilai ekonomi.
Penilaian lomba dimulai sekitar pukul 09.25 WITA dengan melibatkan unsur Forkopimda Kabupaten Pasangkayu, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, hingga aparat desa. Hadir dalam kegiatan itu Waka Polres Pasangkayu Kompol Agus Salim Arsyad S., S.Ag., M.H, Anggota DPRD Pasangkayu Arham, SH, Kasat Binmas Polres Pasangkayu AKP Ludiyanto, Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf, SH, Danramil Bambalamotu Letda Infanteri Asmar, Amd.Kep, Camat Bambalamotu Ferdi, S.Sos, Kasat Lantas Polres Pasangkayu IPTU Karina Rara Ayu, SH., M.H, serta Kepala Desa Pangiang bersama staf.
Adapun lokasi penilaian dipusatkan di Dusun Kampung Baru, Desa Randomayang dan Dusun Parede, Desa Pangiang. Tim penilai memantau langsung pemanfaatan pekarangan warga yang ditanami berbagai komoditas pangan bergizi seperti cabe atau lombok dan tomat.
Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya ketahanan pangan keluarga di tengah kebutuhan ekonomi yang terus berkembang.
Kapolsek Bambalamotu AKP Yauri Yusuf mengatakan, lomba P2L dan P2B bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih aktif mengelola lahan pekarangan secara produktif.
“Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan pekarangan secara produktif. Selain sehat dan bergizi, hasilnya juga memiliki nilai ekonomi,” ujar Kapolsek.
Ia menambahkan, sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Pasangkayu.
Kegiatan penilaian berakhir sekitar pukul 11.30 WITA dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Program tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus mengembangkan pekarangan pangan lestari demi mendukung ketahanan pangan nasional.







