Polres Mamasa Pastikan Keamanan Ibadah Minggu, Jemaat GTM Merasa Tenang

MAMASA – Komitmen Polres Mamasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat kembali dibuktikan melalui pengamanan kegiatan ibadah umat Kristiani. Personel Polsek Tabulahan diterjunkan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Minggu di Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Rante Lakahang, Kelurahan Lakahang, Kecamatan Tabulahan, berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan, Minggu (19/7/2026).

Pengamanan dilakukan oleh dua personel Bhabinkamtibmas, Brigpol Yasrahim dan Brigpol Abdul Aris, yang mulai bertugas sejak pukul 09.00 WITA. Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat menjadi bentuk nyata pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh umat beragama saat menjalankan ibadah.

Selama berlangsungnya ibadah, kedua personel tidak hanya melakukan pengamanan di sekitar gereja, tetapi juga melaksanakan patroli statis dan dinamis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan lancar tanpa hambatan.

Ibadah Minggu dipimpin oleh Pendeta Kurniawati, S.Th., dan diikuti sekitar 70 orang jemaat. Suasana ibadah berlangsung khidmat dengan pengawasan aparat kepolisian yang terus memantau kondisi di sekitar lokasi.

Kapolsek Tabulahan, IPDA Wardhana Arsyad, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif. Hingga ibadah berakhir pada pukul 10.30 WITA, tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas maupun kejadian yang dapat mengganggu jalannya ibadah.

Menurutnya, pengamanan rumah ibadah merupakan bagian dari tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

“Kehadiran personel di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Polri untuk menciptakan rasa aman sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” ujarnya.

Polres Mamasa terus mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, termasuk mengawal seluruh kegiatan keagamaan di wilayah hukumnya. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan toleransi, kerukunan antarumat beragama, serta pemeliharaan stabilitas keamanan di Kabupaten Mamasa.

Dengan sinergi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat, situasi keamanan yang kondusif diharapkan terus terjaga sehingga seluruh warga dapat menjalankan aktivitas, termasuk beribadah, dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *