Respons Cepat Personel Gabungan Polres Polman, Kebakaran Lahan di Bonra 2 Berhasil Dipadamkan

POLRES POLMAN – Personel gabungan Polres Polewali Mandar, Polsubsektor Mapilli bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang terjadi di Dusun Bonra 2, Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (2/8/2026).

Kebakaran yang dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.45 Wita itu diduga bermula dari area yang ditumbuhi pohon rumbia. Dalam waktu singkat, api merambat ke lahan perkebunan warga yang dipenuhi pohon rumbia, kelapa, dan kakao.

Mendapat laporan dari masyarakat, Ps. Kanit Turjawali Sat Samapta Polres Polman Aipda La Kise bersama 10 personel Unit Turjawali (Patmor) langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Upaya tersebut dilakukan bersama Kapolsubsektor Mapilli Iptu Suriadi, Bhabinkamtibmas Desa Bonra Brigpol Arham, SH, serta petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Polewali Mandar yang mengerahkan satu unit mobil pemadam dan dukungan Masyarakat.

Berkat kerja sama seluruh personel gabungan dan Masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.40 Wita. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan hingga dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 15.00 Wita dalam situasi aman dan terkendali.

Hasil pendataan di lokasi menunjukkan kebakaran menghanguskan sekitar 50 are lahan perkebunan milik dua warga. Lahan milik Irmansyah terbakar sekitar 30 are, sedangkan lahan milik Yunus mengalami kebakaran sekitar 20 are. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapolsubsektor Mapilli, Iptu Suriadi, mengatakan sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran sehingga api tidak meluas.

“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung menuju lokasi bersama personel Sat Samapta Polres Polman, Bhabinkamtibmas, dan petugas pemadam kebakaran dan masyarakat. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dengan cepat sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ujar Iptu Suriadi.

Ia menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Berdasarkan keterangan sementara dari warga, api pertama kali terlihat muncul dari bagian tengah lahan yang dipenuhi pohon rumbia sebelum merambat ke lahan perkebunan di sekitarnya.

Kapolsubsektor juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *