Pelajar SMAN 1 Bambalamotu Berdamai, Kapolsek Turun Tangan

PASANGKAYU – Perselisihan antar pelajar yang sempat berujung perkelahian di SMAN 1 Bambalamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, akhirnya diselesaikan secara damai melalui pendekatan problem solving yang dilakukan jajaran Polsek Bambalamotu, Jumat (7/8/2026).

Langkah cepat tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Kalola bersama pihak sekolah setelah terjadi kesalahpahaman antara dua pelajar yang kemudian memicu perkelahian. Perselisihan itu melibatkan pelajar berinisial S (16), warga Lingkungan Waecella, Kelurahan Bambalamotu, dan Arfan (15), warga Dusun Parede, Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.40 WITA di lingkungan sekolah. Kesalahpahaman yang awalnya melibatkan dua pelajar kemudian berkembang hingga memicu perkelahian antara dua kelompok pelajar.

Mencegah persoalan semakin meluas, Bhabinkamtibmas bersama pihak SMAN 1 Bambalamotu langsung mengambil langkah persuasif. Kedua pelajar yang berselisih kemudian dipertemukan bersama orang tua masing-masing untuk menjalani mediasi secara kekeluargaan di ruang guru sekolah.

Proses mediasi dimulai sekitar pukul 13.30 WITA. Kegiatan tersebut melibatkan Kepala SMAN 1 Bambalamotu Hardi, S.Pd., M.Pd., Kapolsek Bambalamotu IPTU Ayi Solihin, Bhabinkamtibmas Bripka Asdar Ahmad, Guru BK Ardan, S.Pd.Gr., para wali kelas, orang tua kedua pelajar, serta siswa yang terlibat dalam perselisihan.

Dalam mediasi tersebut, seluruh pihak diberikan kesempatan menyampaikan persoalan dan mencari jalan keluar terbaik. Pendekatan dialog dan musyawarah dilakukan untuk mencegah konflik berkembang menjadi persoalan yang lebih besar sekaligus menjaga suasana kondusif di lingkungan sekolah.

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan perselisihan secara damai dan kekeluargaan. Kedua pelajar saling memaafkan dan berkomitmen tidak menyimpan dendam, tidak saling menuntut, serta tetap menjaga hubungan silaturahmi.

Kesepakatan tersebut juga mendapat dukungan dari masing-masing orang tua. Mereka berkomitmen meningkatkan pengawasan terhadap perilaku anak-anaknya serta memberikan pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Proses mediasi berakhir sekitar pukul 15.00 WITA dengan tercapainya kesepakatan damai yang diterima seluruh pihak. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolsek Bambalamotu IPTU Ayi Solihin menegaskan bahwa penyelesaian melalui pendekatan problem solving dan musyawarah merupakan salah satu upaya kepolisian dalam menjaga keamanan sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis.

Menurutnya, setiap persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat, termasuk perselisihan antar pelajar, perlu ditangani secara cepat dan bijaksana agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Penyelesaian secara musyawarah dan kekeluargaan diharapkan dapat memberikan pembelajaran kepada para pelajar untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik, tanpa kekerasan,” ujar IPTU Ayi Solihin.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polsek Bambalamotu memperkuat sinergi dengan pihak sekolah dan orang tua dalam melakukan pembinaan terhadap generasi muda.

Dengan tercapainya perdamaian, perselisihan antar pelajar di SMAN 1 Bambalamotu dinyatakan selesai secara kekeluargaan. Para pihak pun diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti biasa serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *