Polisi Monitoring Ibadah Minggu di Mamasa, Jemaat Beribadah Aman dan Khusyuk

MAMASA – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, personel Polsek Mamasa melaksanakan monitoring pelaksanaan ibadah Minggu di sejumlah gereja yang berada di wilayah hukumnya, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Mamasa, IPTU Ana Yudi Hayato, tersebut berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WITA. Monitoring dilakukan sebagai bentuk pelayanan Polri guna memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Adapun gereja yang menjadi sasaran pemantauan meliputi Gereja Kalvari Mamasa, Gereja Maskot Mamasa, serta GPDI Jemaat Air Kehidupan. Kehadiran personel kepolisian di lokasi ibadah mendapat respons positif dari jemaat karena memberikan rasa aman selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Mamasa IPTU Ana Yudi Hayato mengatakan, kegiatan monitoring rutin dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga stabilitas Kamtibmas di tengah masyarakat.

“Monitoring ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh jemaat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa adanya gangguan keamanan,” ujar Kapolsek.

Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tempat-tempat ibadah juga bertujuan mempersempit ruang gerak bagi pihak-pihak yang berpotensi melakukan tindakan kriminalitas maupun mengganggu ketertiban umum.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, seluruh rangkaian ibadah Minggu di gereja-gereja yang dikunjungi berlangsung aman, tertib, dan lancar. Tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas ataupun kejadian menonjol yang dapat mengganggu jalannya ibadah.

Polsek Mamasa menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan preventif dan pelayanan kepada masyarakat guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Mamasa.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung dan pengayom, sehingga dapat menjalankan aktivitas keagamaan maupun kegiatan sehari-hari dengan rasa aman dan nyaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *