MAMUJU – Kapolda Sulawesi Barat, Adi Deriyan Jayamarta, menerima audiensi Tim Survei Pertamina Pusat bersama Staf Logistik (Slog) Polri di Ruang Tamu Sendana Mapolda, Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBP) khusus untuk mendukung operasional kepolisian di wilayah Sulawesi Barat.
Audiensi tersebut menjadi langkah konkret dalam memastikan kesiapan pembangunan SPBP khusus Polri di lingkungan Polda Sulbar. Analis Kebijakan Madya Bidang Jianstra Slog Polri menjelaskan, kunjungan ini bertujuan mengonfirmasi perkembangan usulan pembangunan SPBP yang telah diajukan sebelumnya dan dinilai mendesak untuk menunjang kebutuhan operasional di lapangan.
Kapolda Sulbar menyambut hangat kedatangan delegasi dan menegaskan pentingnya keberadaan SPBP khusus bagi institusi kepolisian. Menurutnya, Sulbar pernah menghadapi tantangan serius terkait pasokan BBM, bahkan sempat memicu aksi demonstrasi akibat dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum.
“Ketika itu, anggota kami tetap mengantre bersama masyarakat untuk mendapatkan BBM operasional. Kami ingin memberi contoh bahwa Polri tetap taat aturan dan tidak mengambil hak masyarakat,” tegas Kapolda.
Ia menilai, pembangunan SPBP khusus Polri bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga untuk menghindari potensi gesekan sosial serta memastikan distribusi BBM subsidi tetap tepat sasaran bagi masyarakat. Dengan adanya SPBP khusus, kebutuhan operasional kepolisian dapat terpenuhi tanpa mengganggu akses publik.
“Kami berharap Polda Sulbar bisa menjadi prioritas. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam besar dan menjadi salah satu penopang pembangunan di Pulau Sulawesi,” ujar Kapolda.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyinggung komitmennya dalam memperkuat soliditas dan keberlangsungan personel di Sulbar. Ia menegaskan, selama masa jabatannya, pengajuan mutasi keluar daerah akan dibatasi secara ketat.
“Tidak boleh mudah mengajukan pindah. Maksimal lima orang per tahun, dengan pertimbangan masa dinas dan kebutuhan organisasi. Kami ingin membangun komitmen kuat untuk membesarkan Sulbar bersama,” tandasnya.
Sementara itu, Account Manager Sales Pertamina Pusat memberikan respons positif atas usulan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi dan penataan ulang terhadap seluruh usulan pembangunan SPBP Polri yang masuk sejak 2024.
“Tahun ini kami akan mengumpulkan kembali usulan yang benar-benar siap dan mendesak untuk dibawa dan dipresentasikan ke Aslog. Penentuan prioritas akan melihat tingkat urgensi serta kesiapan administrasi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini proses pengajuan SPBP tengah berjalan untuk Akpol Palu dan Ambon, dan seluruh tahapan akan dipastikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Audiensi ini menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan SPBP khusus Polri di Sulbar semakin dekat ke tahap realisasi. Jika terealisasi, fasilitas tersebut diyakini akan memperkuat efektivitas operasional kepolisian sekaligus menjaga stabilitas distribusi BBM di tengah masyarakat.
(Humas Polda Sulbar)







