Polisi dan Petani Salukona Tanam Jagung, Perkuat Ketahanan Pangan Mamasa

POLRES MAMASA – Komitmen mendukung program ketahanan pangan terus diwujudkan jajaran Polres Mamasa melalui aksi nyata di lapangan. Pada Senin, 26 Februari 2026, personel kepolisian bersama kelompok tani melaksanakan penanaman bibit jagung di Dusun Bua, Desa Salukona, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa.

Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam mendorong kemandirian pangan di daerah. Penanaman dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare milik Yohanis Karaeng, anggota Kelompok Tani Mesapenawa. Jagung yang ditanam ditargetkan memasuki masa panen pada Juni 2026 mendatang.

Dalam pelaksanaannya, aparat kepolisian tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi turut terlibat aktif mendampingi para petani. Briptu Misto Heryon menjadi penggerak utama dalam kegiatan ini, mulai dari proses persiapan lahan hingga penanaman bibit jagung. Kehadiran polisi di tengah petani diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus rasa aman dalam menjalankan aktivitas pertanian.

Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menjawab tantangan kebutuhan bahan pangan di tingkat lokal. Dengan memanfaatkan lahan produktif secara maksimal, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Kapolres melalui Humas menyampaikan bahwa keterlibatan personel di sektor pertanian merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap ketahanan pangan yang menjadi isu strategis nasional. Sinergi seperti ini dinilai penting untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Pendekatan humanis yang dilakukan di lapangan menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir sebagai mitra pembangunan di tengah masyarakat.

Dengan semangat gotong royong, penanaman jagung di Desa Salukona diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Kabupaten Mamasa untuk mengoptimalkan potensi pertanian yang dimiliki. Ketahanan pangan yang kuat diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Barat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *