MAMUJU – Komitmen mendukung program swasembada pangan nasional terus diperkuat oleh jajaran Polda Sulawesi Barat. Melalui aksi nyata, Kapolda Sulbar Adi Deriyan Jayamarta memimpin langsung kegiatan penanaman jagung di halaman Joglo Balanipa Mapolda Sulbar, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan setelah jajaran Polda Sulbar mengikuti agenda tanam raya jagung serentak kuartal I tahun 2026 secara daring yang dipimpin oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting, di antaranya Danrem 142 Tatag, Kepala Dinas Pertanian Sulbar, Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulbar, serta Kepala Bulog Cabang Mamuju.
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta menjelaskan, kegiatan tanam jagung ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, peningkatan produksi jagung sangat penting untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pakan ternak yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Kapolda.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan global.
Program penanaman jagung ini juga dipandang sebagai strategi menghadapi ketidakpastian global, sekaligus menggerakkan roda perekonomian desa dan daerah menuju Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.
Berdasarkan laporan Karo SDM Polda Sulbar, target luas tanam jagung di wilayah Sulawesi Barat pada tahun 2026 ditetapkan mencapai 500 hektar. Hingga saat ini, realisasi penanaman telah mencapai sekitar 178 hektar.
Selain itu, Polri juga aktif melakukan pembinaan terhadap kelompok tani di daerah. Dari total 602 kelompok tani yang ada di Sulbar, sebanyak 368 kelompok tani (Poktan) telah mendapatkan pembinaan langsung dari jajaran kepolisian.
Sementara itu, dalam hal serapan hasil panen jagung, Bulog menargetkan peningkatan signifikan pada tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya serapan hanya sekitar 900 ton, maka pada tahun 2026 ditargetkan meningkat menjadi sekitar 1.150 ton.
Target tersebut diyakini dapat tercapai dengan dukungan infrastruktur penyimpanan yang semakin memadai, termasuk beroperasinya gudang Bulog baru di Kabupaten Polewali Mandar.
Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan program penanaman jagung ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Sulawesi Barat.







