POLEWALI MANDAR — Kasus dugaan pencurian ternak kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Tiga ekor sapi milik warga di Dusun Simbalatu, Desa Palatta dilaporkan hilang dan diduga kuat dicuri oleh orang tak dikenal, Minggu (8/3/2026).
Peristiwa tersebut menimpa seorang warga bernama Hasrul (40), seorang wiraswasta yang berdomisili di Dusun Simbalatu. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materil mencapai Rp28 juta.
Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Tapango langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan keterangan korban, peristiwa itu bermula pada Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu Hasrul menambatkan tiga ekor sapi miliknya di kebun coklat yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya sebelum pulang untuk berbuka puasa.
Namun keesokan harinya, Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WITA, saat korban kembali ke kebun untuk memberi makan ternaknya, ketiga sapi tersebut sudah tidak berada di tempatnya.
Tak hanya itu, tali pengikat yang sebelumnya digunakan untuk menambatkan sapi juga sudah tidak ditemukan di lokasi.
Korban bersama anggota keluarganya sempat melakukan pencarian di sekitar kebun. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Mereka hanya menemukan jejak kaki sapi yang mengarah ke jalan.
Menyadari adanya dugaan pencurian, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Tapango bersama Bhabinkamtibmas Desa Palatta dan anggota jaga langsung turun ke lokasi guna melakukan pemeriksaan awal di TKP.
Kapolsek Tapango IPTU Muhammad Ishak mengungkapkan, dari hasil penelusuran sementara di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada dugaan pencurian ternak.
“Dari hasil pengecekan di TKP ditemukan jejak kaki sapi serta bekas ban kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut ternak tersebut. Saat ini kami masih melakukan pengumpulan informasi untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek.
Ia menjelaskan, lokasi kebun tempat sapi tersebut ditambatkan berada di dataran tinggi dan cukup jauh dari permukiman warga. Akses menuju lokasi pun hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, sehingga kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Polisi juga telah mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi di Polres Polewali Mandar guna mempermudah proses penyelidikan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya pencurian ternak, serta segera melapor apabila mengetahui informasi terkait keberadaan sapi yang diduga dicuri tersebut.







